Di sisi lain, selain faktor geopolitik, pergerakan bursa Asia juga sangat dipengaruhi oleh dinamika moneter di Amerika Serikat. Investor saat ini tengah berada dalam mode "wait and see" sembari memantau rilis data inflasi terbaru dari AS. Data ini dianggap sebagai kunci utama bagi Federal Reserve dalam menentukan kebijakan suku bunga pada pertemuan mendatang.
Pasar secara umum mengharapkan adanya tren penurunan inflasi yang konsisten. Jika data inflasi menunjukkan angka yang lebih rendah dari ekspektasi, hal tersebut akan memperkuat narasi bahwa The Fed dapat segera melakukan pemangkasan suku bunga atau setidaknya menahan suku bunga pada level yang tidak lagi restriktif. Kebijakan moneter yang lebih longgar di AS biasanya berdampak positif bagi pasar negara berkembang (emerging markets), termasuk di Asia.
Dampak Kebijakan Suku Bunga terhadap Likuiditas Global
Mengapa kebijakan suku bunga The Fed begitu krusial bagi bursa Asia? Ada beberapa alasan teknis yang mendasarinya:
Aliran Modal (Capital Inflow): Suku bunga AS yang mulai melandai akan mengurangi daya tarik imbal hasil dolar AS, sehingga mendorong aliran modal keluar dari AS menuju pasar dengan pertumbuhan tinggi seperti Asia.
Cost of Fund: Pelemahan dolar AS dan penurunan suku bunga global akan menurunkan biaya pinjaman bagi korporasi di kawasan Asia, yang berpotensi meningkatkan profitabilitas perusahaan.
Valuasi Aset: Dalam teori keuangan, penurunan suku bunga akan menurunkan tingkat diskonto yang digunakan untuk menghitung nilai sekarang dari arus kas masa depan, yang secara otomatis meningkatkan valuasi saham.
Dinamika Pergerakan Indeks Regional di Asia-Pasifik
Secara sektoral dan regional, penguatan ini terlihat merata di beberapa bursa utama. Meskipun setiap negara memiliki dinamika domestik tersendiri, sentimen global tetap menjadi motor penggerak utama.
Pasar Asia Timur: Jepang dan Tiongkok
Di Jepang, indeks Nikkei 225 terpantau bergerak menguat, didukung oleh penguatan mata uang Yen yang relatif stabil dan optimisme sektor ekspor. Sementara itu, di Tiongkok, bursa saham Shanghai dan Hang Seng menunjukkan pergerakan positif yang didorong oleh upaya pemerintah dalam menstimulus sektor properti dan konsumsi domestik, yang berpapasan dengan sentimen positif global.