DWJ Manajement - PORTAL

Bursa Jajal Harga Minimum Saham Rp 1, Kapan Berlaku?

Oleh: DWJ-Manajement 29 Aug 2026
Bursa Jajal Harga Minimum Saham Rp 1, Kapan Berlaku?

Bursa Efek Indonesia Uji Coba Aturan Baru: Harga Minimum Saham Bisa Turun ke Rp 1, Apa Dampaknya?

Langkah revolusioner BEI untuk menyederhanakan struktur harga saham dan meningkatkan likuiditas pasar modal di masa depan.

Dunia pasar modal Indonesia tengah bersiap menghadapi transformasi besar. Bursa Efek Indonesia (BEI) dikabarkan tengah melakukan tahap uji coba terkait rencana penghapusan batas harga minimum saham. Jika selama ini investor harus memperhatikan batas bawah harga saham di angka Rp 50, kebijakan baru ini berpotensi menurunkan angka tersebut hingga ke level Rp 1.

Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya modernisasi struktur pasar dan penyesuaian dengan dinamika perdagangan global. Meski terdengar sederhana, perubahan angka "psikologis" dari Rp 50 ke Rp 1 ini membawa implikasi yang sangat luas, mulai dari aspek teknis perdagangan, likuiditas, hingga risiko yang harus dihadapi oleh investor ritel.

Transformasi Struktur Harga: Mengapa Rp 1?

Selama bertahun-tahun, aturan harga minimum saham di Indonesia tertahan pada level Rp 50. Aturan ini berfungsi sebagai "lantai" agar saham tidak jatuh ke angka yang dianggap tidak bernilai secara ekonomi. Namun, seiring dengan berkembangnya teknologi perdagangan dan kompleksitas instrumen keuangan, BEI melihat perlunya fleksibilitas yang lebih tinggi.

Implementasi penghapusan batas minimum ini sedang memasuki fase uji coba sistem. Tujuan utamanya adalah untuk menciptakan efisiensi dalam pembentukan harga. Dengan adanya rentang harga yang lebih luas, saham-saham yang memiliki volatilitas tinggi atau perusahaan yang sedang dalam masa restrukturisasi memiliki ruang gerak yang lebih dinamis di pasar.

Beberapa alasan mendasar di balik rencana kebijakan ini antara lain:

Penyelarasan dengan Standar Global: Banyak bursa saham di negara maju sudah menerapkan mekanisme harga yang jauh lebih fleksibel tanpa batasan angka bulat yang kaku.

Meningkatkan Likuiditas: Dengan adanya rentang harga yang lebih detail, transaksi pada saham-saham dengan nilai kapitalisasi kecil dapat tetap berjalan meskipun harga sedang tertekan.

Efisiensi Transaksi: Mengurangi hambatan teknis bagi saham-saham yang secara fundamental mengalami penurunan nilai namun masih memiliki nilai intrinsik di atas Rp 1.

Tahap Uji Coba dan Kesiapan Sistem