Kepastian Hukum dan Standarisasi: Bursa akan menetapkan standar kualitas (grade) yang seragam, sehingga mengurangi sengketa antara penjual dan pembeli terkait spesifikasi produk mineral.
Penguatan Cadangan Devisa: Dengan memusatkan transaksi melalui bursa domestik, Indonesia memiliki kontrol lebih besar terhadap arus keluar-masuk mata uang asing yang berkaitan dengan transaksi komoditas strategis.
Menghindari Ketergantungan pada Bursa Global
Ketergantungan pada bursa luar negeri sering kali membuat ekonomi domestik rentan terhadap volatilitas pasar global yang tidak menentu. Ketika harga di bursa internasional jatuh, para produsen di Indonesia langsung terkena dampaknya tanpa sempat melakukan mitigasi risiko yang memadai. Icomex dirancang untuk memberikan mekanisme lindung nilai (hedging) yang lebih baik bagi para pelaku industri di tanah air.
Mendukung Ekosistem Kendaraan Listrik (EV)
Indonesia saat ini tengah gencar membangun ekosistem baterai kendaraan listrik (EV) dunia, terutama melalui pengolahan nikel. Icomex akan memainkan peran vital dalam menyediakan rantai pasok mineral yang stabil bagi industri baterai tersebut. Dengan adanya bursa yang terorganisir, perusahaan manufaktur baterai global akan memiliki kepastian pasokan dan harga saat ingin berinvestasi di Indonesia.
Komoditas Unggulan yang Akan Menjadi Primadona di Icomex
Tidak semua mineral akan langsung masuk ke dalam bursa pada tahap awal. Pemerintah diprediksi akan memprioritaskan komoditas yang memiliki nilai strategis tinggi dan volume perdagangan yang besar. Beberapa komoditas yang diprediksi akan menjadi primadona di Icomex antara lain:
Nikel: Sebagai bahan baku utama baterai kendaraan listrik, nikel adalah aset paling berharga Indonesia saat ini.
Tembaga: Komoditas penting untuk infrastruktur energi terbarukan dan kabel listrik global.
Bauksit: Bahan baku utama aluminium yang sangat dibutuhkan dalam industri manufaktur dan konstruksi.
Timah: Indonesia merupakan salah satu pemain kunci timah dunia, dan Icomex akan memperkuat posisi ini.