Serikat pekerja menekankan bahwa tanpa kenaikan yang signifikan, konsumsi rumah tangga—yang merupakan motor utama pertumbuhan ekonomi Indonesia—bisa melemah karena masyarakat tidak memiliki sisa pendapatan untuk berbelanja setelah memenuhi kebutuhan pokok.
Respons APINDO: Peringatan Mengenai Daya Saing Global
Di sisi lain, APINDO memberikan perspektif yang berbeda. Sebagai representasi dari pemberi kerja, pengusaha memandang kenaikan upah sebesar 9,5 persen sebagai beban tambahan yang sangat berat, terutama bagi sektor manufaktur yang padat karya.
APINDO menegaskan bahwa penetapan upah harus dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan kemampuan riil dunia usaha. Jika upah naik terlalu tajam dalam waktu singkat, perusahaan akan menghadapi dilema antara menaikkan harga jual produk atau melakukan efisiensi besar-besaran.
Salah satu poin krusial yang disuarakan oleh pengusaha adalah perbandingan daya saing antara Indonesia dengan negara-negara di kawasan Asia Tenggara, khususnya Vietnam. Pengusaha mengingatkan bahwa dalam kancah global, Indonesia sedang bersaing ketat dalam menarik investasi asing langsung (FDI).
Indonesia vs Vietnam: Pertarungan Biaya Tenaga Kerja
Dalam diskusi mengenai kebijakan upah, Vietnam sering dijadikan sebagai "alarm" bagi pemerintah dan pengusaha Indonesia. Vietnam telah berhasil memposisikan diri sebagai pusat manufaktur baru dunia, mengalihkan rantai pasok global dari Tiongkok.
Apa yang membuat Vietnam begitu kompetitif? Berikut adalah beberapa poin perbandingannya:
Struktur Upah yang Kompetitif: Vietnam menawarkan tingkat upah yang secara konsisten lebih rendah dibandingkan banyak wilayah industri di Indonesia, menjadikannya magnet bagi industri tekstil, alas kaki, dan elektronik.
Stabilitas Biaya Produksi: Kenaikan upah di Vietnam cenderung lebih moderat dan dapat diprediksi oleh investor, sehingga memberikan kepastian dalam perencanaan jangka panjang.
Efisiensi Rantai Pasok: Kombinitas antara upah yang kompetitif dan dukungan infrastruktur yang masif membuat Vietnam menjadi pilihan utama bagi perusahaan multinasional.