DWJ Manajement - PORTAL

Cadangan Devisa Turun US$11 Miliar hingga Akhir Juli, BI Buka Suara

Oleh: DWJ-Manajement 03 Aug 2026
Cadangan Devisa Turun US$11 Miliar hingga Akhir Juli, BI Buka Suara

```html

Cadangan Devisa RI Menyusut US$11 Miliar per Juli 2026, Bank Indonesia Pastikan Kondisi Tetap Aman

Jakarta - Bank Indonesia (BI) melaporkan adanya penurunan pada posisi cadangan devisa Indonesia hingga akhir Juli 2026. Berdasarkan data terbaru, cadangan devisa negara tercatat mengalami penyusutan sebesar US$ 11 miliar dibandingkan periode sebelumnya.

Meskipun terjadi penurunan yang cukup signifikan, otoritas moneter menegaskan bahwa posisi cadangan devisa saat ini masih berada dalam level yang sangat memadai. Bank Indonesia memastikan bahwa kondisi tersebut tidak akan mengganggu stabilitas sistem keuangan maupun kemampuan negara dalam memenuhi kewajiban internasionalnya.

Posisi Cadangan Devisa dan Penjelasan Bank Indonesia

Pjs Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, mengungkapkan bahwa hingga akhir Juli 2026, cadangan devisa Indonesia berada di level US$ 145 miliar. Angka ini merupakan hasil dari penurunan sebesar US$ 11 miliar jika dibandingkan dengan posisi pada bulan sebelumnya.

Dalam keterangannya kepada awak media, Destry menekankan bahwa fluktuasi cadangan devisa adalah hal yang lumrah terjadi dalam dinamika ekonomi global dan domestik. Ia memastikan bahwa meskipun ada penurunan, kapasitas Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah serta membiayai kebutuhan luar negeri tetap terjaga dengan kuat.

"Cadangan devisa kita masih dalam posisi yang aman. Hal ini sangat mencukupi untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah serta untuk menjamin pembayaran utang luar negeri dan pembiayaan impor," ujar Destry dalam konferensi pers terkait hasil rapat kebijakan moneter.

Faktor-Faktor Penyebab Penurunan Cadangan Devisa

Secara umum, penurunan cadangan devisa dapat dipicu oleh berbagai faktor kompleks, baik dari sisi kebijakan moneter domestik maupun tekanan eksternal. Dalam konteks ekonomi makro, berikut adalah beberapa faktor utama yang biasanya mempengaruhi naik-turunnya cadangan devisa suatu negara: