DWJ Manajement - PORTAL

Calon Bos BI Destry Buka Suara Soal Defisit Transaksi Berjalan Bengkak

Oleh: DWJ-Manajement 26 Aug 2026
Calon Bos BI Destry Buka Suara Soal Defisit Transaksi Berjalan Bengkak

Intervensi di pasar spot maupun pasar Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) tetap menjadi instrumen penting untuk meredam volatilitas rupiah. Namun, intervensi ini harus dilakukan secara efektif agar tidak menguras cadangan devisa secara sia-sia dalam jangka panjang.

3. Penguatan Sinergi Kebijakan (Policy Mix)

Bank Indonesia tidak bisa bekerja sendiri. Diperlukan sinergi yang kuat antara kebijakan moneter BI dengan kebijakan fiskal pemerintah. Misalnya, pemerintah perlu memastikan belanja negara mampu mendorong ekspor dan mengurangi ketergantungan pada impor melalui kebijakan hilirisasi yang tepat sasaran.

4. Optimalisasi Pendanaan Dalam Negeri

Untuk mengurangi ketergantungan pada aliran modal asing yang volatil (hot money), penguatan instrumen keuangan domestik menjadi sangat krusial. Hal ini bertujuan agar pasar keuangan Indonesia lebih resilien terhadap guncangan eksternal.

Menatap Masa Depan: Transformasi Struktur Ekonomi

Pembengkakan defisit transaksi berjalan ini seharusnya menjadi momentum bagi Indonesia untuk melakukan transformasi struktural. Ketergantungan pada ekspor komoditas mentah harus segera diakhiri. Kebijakan hilirisasi yang dicanangkan pemerintah adalah langkah yang tepat, namun implementasinya harus memastikan bahwa nilai tambah yang dihasilkan dapat memperbaiki neraca perdagangan secara berkelanjutan.

Destry Damayanti memberikan isyarat bahwa fokus ke depan bukan hanya pada menjaga angka-angka statistik tetap stabil, melainkan pada membangun fundamental ekonomi yang lebih kuat. Ekonomi yang tangguh adalah ekonomi yang mampu menyeimbangkan kebutuhan impor industrinya dengan kekuatan ekspor manufaktur yang memiliki nilai tambah tinggi.

Jika Indonesia mampu menggeser basis ekspornya dari komoditas mentah ke barang olahan atau manufaktur, maka ketergantungan terhadap fluktuasi harga komoditas dunia dapat diminimalisir. Hal ini secara otomatis akan membuat transaksi berjalan Indonesia lebih stabil dan tidak mudah goyah oleh dinamika global.

Kesimpulan

Rekor defisit transaksi berjalan yang mencapai titik tertinggi merupakan sinyal waspada bagi stabilitas ekonomi nasional. Hal ini tidak hanya mengancam nilai tukar rupiah, tetapi juga integritas cadangan devisa dan kepercayaan pasar global. Pandangan Destry Damayanti sebagai calon Gubernur BI menegaskan bahwa diperlukan kombinasi antara kebijakan moneter yang presisi, sinergi fiskal yang kuat, dan transformasi struktural ekonomi yang nyata.

Indonesia harus segera berbenah, memperkuat sektor manufaktur, dan memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil mampu menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan stabilitas makroekonomi yang berkelanjutan. Tanpa langkah mitigasi yang strategis, defisit ini akan terus menjadi kerentanan yang membayangi perjalanan ekonomi nasional di masa depan.