Solikin M. Juhro menyadari bahwa jika BI hanya fokus pada stabilitas, pertumbuhan ekonomi bisa stagnan. Jika hanya mengejar pertumbuhan, stabilitas harga bisa goyah. Dan jika hanya fokus pada salah satunya, kesenjangan ekonomi akan melebar. Di sinilah konsep "SEMANGKA Nusantara" memainkan perannya sebagai jembatan integrator.
Apa Maksud di Balik Konsep 'SEMANGKA Nusantara'?
Meskipun istilah "SEMANGKA" terdengar sangat lokal dan santai, esensi yang dibawa oleh Solikin adalah sebuah pendekatan yang komprehensif dan terintegrasi. Penggunaan kata "Nusantara" menegaskan bahwa strategi ini dirancang khusus dengan mempertimbangkan karakteristik unik struktur ekonomi Indonesia—mulai dari ketergantungan pada sektor komoditas, peran vital UMKM, hingga kondisi geografis kepulauan yang menuntut konektivitas digital tinggi.
Secara filosofis, konsep ini dapat dimaknai sebagai upaya untuk menyatukan berbagai elemen kebijakan agar tidak berjalan sendiri-sendiri (siloed). Solikin menawarkan visi di mana kebijakan moneter tidak lagi bekerja secara terisolasi, melainkan bersinergi dengan kebijakan fiskal pemerintah dan transformasi digital untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang tangguh.
Integrasi Kebijakan sebagai Kunci
Dalam pandangan Solikin, untuk memecahkan trilema tersebut, Bank Indonesia tidak bisa hanya mengandalkan instrumen suku bunga. Dibutuhkan pendekatan yang lebih multidimensi. Berikut adalah beberapa elemen yang diduga menjadi inti dari pendekatan tersebut:
Digitalisasi Keuangan yang Masif: Menggunakan teknologi untuk mempercepat inklusi keuangan. Dengan digitalisasi, masyarakat di daerah terpencil dapat mengakses layanan perbankan dengan mudah, yang secara langsung mendukung ekonomi inklusif.
Penguatan Sektor Riil: Kebijakan moneter harus diarahkan untuk mendukung pembiayaan sektor-sektor produktif, terutama yang memiliki dampak pengganda (multiplier effect) besar terhadap penyerapan tenaga kerja.
Ketahanan Terhadap Guncangan Eksternal: Memperkuat cadangan devisa dan manajemen aliran modal asing agar ekonomi nasional tetap memiliki bantalan yang kuat saat terjadi turbulensi di pasar global.