Dalam pandangan Destry, pertumbuhan ekonomi yang tinggi harus dibarengi dengan pemerataan. Digitalisasi keuangan bukan hanya soal kemudahan transaksi, melainkan alat untuk menarik masyarakat yang selama ini belum terjangkau oleh layanan perbankan (unbanked) ke dalam ekosistem keuangan formal.
Beberapa langkah yang diidentifikasi dalam mendukung transformasi ini antara lain:
Percepatan Infrastruktur Pembayaran Digital: Memastikan sistem pembayaran nasional yang aman, cepat, dan murah.
Penguatan Cyber Security: Mengingat ekonomi digital sangat bergantung pada kepercayaan, perlindungan data dan keamanan sistem keuangan menjadi harga mati.
Edukasi Literasi Keuangan: Mengimbangi kemajuan teknologi dengan pemahaman masyarakat agar penggunaan instrumen keuangan dapat dilakukan secara bijak dan produktif.
Kesimpulan: Menuju Ekonomi Indonesia yang Tangguh dan Tumbuh Pesat
Target pertumbuhan ekonomi 8 persen adalah visi yang sangat berani, namun dengan strategi yang tepat, hal tersebut bukanlah hal yang mustahil. Komitmen Destry Damayanti untuk menyelaraskan kebijakan moneter dengan target pemerintah memberikan harapan akan adanya sinergi yang kuat antara Bank Indonesia dan pemerintah pusat.
Kunci keberhasilan dari agenda besar ini terletak pada kemampuan otoritas dalam menjaga keseimbangan antara stabilitas dan pertumbuhan. Dengan pengendalian inflasi yang disiplin, penyaluran kredit yang tepat sasaran ke sektor produktif, serta adaptasi cepat terhadap transformasi digital, Indonesia memiliki peluang besar untuk tidak hanya mencapai target angka tersebut, tetapi juga membangun fondasi ekonomi yang lebih inklusif dan tangguh dalam menghadapi tantangan global di masa depan.