DWJ Manajement - PORTAL

Canda Zulhas ke Bahlil soal MBG: Kalau Pak Bahlil Dipuji, Giliran Saya Didemo

Oleh: DWJ-Manajement • 14 Oct 2026
Canda Zulhas ke Bahlil soal MBG: Kalau Pak Bahlil Dipuji, Giliran Saya Didemo

Suasana hangat dan penuh tawa mewarnai pertemuan para menteri Kabinet Merah Putih saat membahas berbagai agenda strategis nasional. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan secara terbuka melontarkan candaan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.Kelakar tersebut menyoroti perbedaan persepsi dan reaksi masyarakat terhadap peran kementerian masing-masing, khususnya dalam menyukseskan program prioritas nasional, Makan Bergizi Gratis (MBG). Zulhas menyebut bahwa Bahlil kerap menuai pujian, sementara sektor pangan yang ia pimpin kerap menghadapi gelombang aksi demonstrasi.Candaan Zulhas yang Mengundang Gelak TawaDi hadapan para peserta forum dan jajaran pejabat terkait, Zulkifli Hasan atau akrab disapa Zulhas menyinggung bagaimana perhatian publik begitu terpusat pada kesuksesan program MBG. Program unggulan Presiden Prabowo Subianto tersebut memang menjadi sorotan utama lintas kementerian.“Itu kalau MBG semua orang tahu, memuji Pak Bahlil bagian bagus. MBG, MBG tahu kan Pak, Ibu? Giliran saya MBG itu demo terus,” canda Zulhas yang disambut tawa para hadirin.Pernyataan bernada humor tersebut menggambarkan betapa tingginya ekspektasi masyarakat terhadap urusan perut dan ketahanan pangan. Sektor pangan dinilai sangat sensitif, di mana setiap fluktuasi harga atau kebijakan distribusi langsung menuai reaksi cepat dari publik maupun kelompok masyarakat sipil.Sebaliknya, kerja sama lintas sektor yang melibatkan kementerian teknis lain, termasuk Kementerian ESDM yang dipimpin Bahlil Lahadalia, sering kali mendapatkan apresiasi positif ketika mampu mengamankan pasokan energi penunjang aktivitas ekonomi dan operasional program nasional.Beban Berat dan Sensitivitas Sektor PanganMeskipun disampaikan dengan gaya santai dan penuh keakraban, candaan Zulhas sejatinya merefleksikan tantangan berat yang dihadapi oleh Kemenko Bidang Pangan. Urusan bahan pokok dan gizi masyarakat adalah pilar fundamental yang bersentuhan langsung dengan kehidupan sehari-hari jutaan rakyat Indonesia.Pemerintah menyadari bahwa mengoordinasikan rantai pasok pangan dari hulu ke hilir bukanlah perkara mudah. Sejumlah faktor eksternal dan internal sering kali menjadi pemicu dinamika di lapangan, antara lain:Tantangan perubahan iklim dan anomali cuaca ekstrem yang mempengaruhi produktivitas hasil panen petani lokal.Fluktuasi harga komoditas pangan global yang berdampak pada ketergantungan impor sejumlah bahan baku utama.Kesiapan infrastruktur logistik dan rantai dingin (cold chain) untuk mendistribusikan bahan pangan segar ke seluruh pelosok tanah air.Pengawasan distribusi agar tidak terjadi penimbunan, spekulasi harga, maupun ketimpangan pasokan antarwilayah.Tingginya sensitivitas komoditas pangan membuat kebijakan kementerian di bawah Kemenko Pangan kerap dipantau secara ketat. Ketika terjadi kenaikan harga beras, telur, cabai, atau daging, gelombang protes dari kalangan mahasiswa, peternak, maupun pedagang pasar kerap dialamatkan langsung kepada pengambil kebijakan pangan.Sinergi Pangan dan Energi dalam Menopang MBGProgram Makan Bergizi Gratis (MBG) sendiri membutuhkan kolaborasi lintas kementerian yang sangat solid. Keterlibatan Kementerian ESDM yang dinakhodai Bahlil Lahadalia sangat esensial dalam menopang infrastruktur energi yang dibutuhkan dapur-dapur layanan gizi.Kementerian ESDM berperan dalam memastikan ketersediaan energi, mulai dari pasokan gas LPG, jaringan listrik yang stabil untuk penyimpanan bahan baku, hingga penyediaan bahan bakar bagi armada logistik distribusi. Kesiapan energi inilah yang menjadi tulang punggung keberhasilan operasional dapur MBG di berbagai daerah.Zulhas menilai keharmonisan antarmenteri merupakan modal utama dalam mengatasi berbagai hambatan teknis. Candaan yang dilontarkannya menjadi bukti soliditas kabinet dalam menghadapi beban kerja yang tinggi tanpa kehilangan suasana kekeluargaan.Urgensi Keberhasilan Program MBG bagi Generasi Masa DepanProgram Makan Bergizi Gratis dirancang bukan sekadar sebagai bantuan sosial, melainkan investasi strategis jangka panjang untuk pembangunan sumber daya manusia (SDM). Sasaran utamanya mencakup anak-anak sekolah, balita, serta ibu hamil guna menekan angka stunting secara drastis.Untuk memenuhi target jutaan penerima manfaat setiap hari, Kemenko Pangan harus memastikan penyerapan hasil pertanian lokal berjalan optimal. Keterlibatan petani, peternak, dan nelayan lokal diwajibkan menjadi pemasok utama bahan pangan agar tercipta efek domino pertumbuhan ekonomi di tingkat pedesaan.“Tantangannya memang besar, tetapi ini komitmen kita bersama. Semua kementerian harus bergerak serempak demi memastikan anak-anak kita mendapatkan asupan makanan bergizi terbaik,” tegas jajaran Kemenko Pangan dalam berbagai kesempatan terpisah.Menjaga Ekspektasi dan Keterbukaan PublikTerkait demonstrasi dan kritik yang kerap ditujukan kepadanya, Zulhas memandang hal tersebut sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari demokrasi dan pengawasan publik. Kritik dinilai sebagai pengingat agar pemerintah tidak lengah dalam menjaga kestabilan pasokan dan harga pangan.Kemenko Pangan terus memperkuat koordinasi dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Bulog, Kementerian Pertanian, serta Kementerian Perdagangan untuk mengantisipasi potensi gejolak pasar sedini mungkin.Pendekatan dialog terbuka dengan asosiasi petani, serikat buruh, dan asosiasi pedagang terus diintensifkan. Langkah ini bertujuan agar setiap perumusan kebijakan pangan mendapat masukan komprehensif dari para pelaku di lapangan.KesimpulanKelakar hangat yang dilontarkan Zulkifli Hasan kepada Bahlil Lahadalia mencerminkan realitas dinamika kerja di lingkungan Kabinet Merah Putih. Di satu sisi, sektor energi mampu menunjukkan capaian yang terukur dan diapresiasi luas, sementara sektor pangan dituntut bekerja ekstra keras karena bersentuhan langsung dengan dinamika dapur jutaan rakyat.Tuntutan publik berupa unjuk rasa maupun masukan kritis pada hakikatnya menjadi pelecut semangat bagi pemerintah untuk mempercepat terwujudnya kedaulatan pangan nasional. Dengan sinergi kokoh antara pasokan energi dan ketersediaan pangan, program Makan Bergizi Gratis diharapkan dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi kemajuan bangsa.

Halaman 1 dari 1