DWJ Manajement - PORTAL

Cegah Kekeringan & Karhutla, Langit IKN Ditebar 800 Kg Garam

Oleh: DWJ-Manajement 25 Aug 2026
Cegah Kekeringan & Karhutla, Langit IKN Ditebar 800 Kg Garam

Antisipasi Dampak El Nino, Otorita IKN Lakukan Modifikasi Cuaca: 800 Kg Garam Ditebar di Langit Nusantara

Upaya kolaboratif bersama BMKG dan TNI AU untuk menjaga stabilitas ketersediaan air dan mencegah ancaman kebakaran hutan di kawasan Ibu Kota Nusantara.

Kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) tengah menghadapi tantangan alam yang tidak terduga. Di tengah proses pembangunan infrastruktur yang masif, kondisi iklim global yang fluktuatif menuntut langkah-langkah mitigasi yang cepat dan terukur. Menanggapi ancaman fenomena El Nino yang berpotensi memicu kekeringan panjang, Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) mengambil langkah proaktif melalui Operasi Modifikasi Cuaca (TMC).

Dalam operasi strategis ini, sebanyak 800 kilogram garam telah disebar ke langit kawasan IKN. Langkah ini bukanlah tanpa alasan; penyebaran garam di awan merupakan teknik ilmiah yang bertujuan untuk memicu pembentukan awan hujan, guna memastikan ketersediaan sumber daya air dan meminimalisir risiko bencana alam di masa mendatang.

Sinergi Lintas Instansi dalam Operasi Modifikasi Cuaca

Keberhasilan operasi modifikasi cuaca ini tidak lepas dari kolaborasi erat antara berbagai lembaga negara. Otorita IKN tidak bekerja sendiri, melainkan menggandeng Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta TNI Angkatan Udara (TNI AU) sebagai mitra teknis utama.

BMKG berperan krusial dalam memberikan data presisi mengenai kondisi atmosfer, pemetaan awan potensial, serta prediksi pergerakan massa udara. Data ini menjadi panduan bagi tim di lapangan untuk menentukan kapan dan di mana proses penyemaian (seeding) harus dilakukan agar efektif menghasilkan presipitasi atau hujan.

Sementara itu, TNI AU menyediakan dukungan logistik dan armada udara yang mumpuni. Penggunaan pesawat terbang untuk menyebar garam membutuhkan keahlian navigasi tinggi dan pemahaman mendalam mengenai kondisi cuaca ekstrem di ketinggian tertentu. Sinergi ini menunjukkan bahwa penanganan dampak perubahan iklim di IKN dilakukan dengan pendekatan multidisiplin yang serius.

Beberapa poin utama dalam kolaborasi ini meliputi:

Pemantauan Atmosfer: Penggunaan radar dan satelit oleh BMKG untuk mengidentifikasi awan konvektif.