DWJ Manajement - PORTAL

COO Danantara Ungkap Jurus Memperkuat BUMN Hingga Bisa Cuan

Oleh: DWJ-Manajement 26 Aug 2026
COO Danantara Ungkap Jurus Memperkuat BUMN Hingga Bisa Cuan

2. Review Fundamental: Membedah Kesehatan Finansial dan Operasional

Setelah pemetaan selesai, langkah selanjutnya adalah melakukan review fundamental. Dony menjelaskan bahwa langkah ini sangat krusial untuk memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil didasarkan pada data yang valid dan kondisi riil di lapangan. Review ini tidak hanya menyentuh permukaan, melainkan masuk ke jantung operasional perusahaan.

Aspek-aspek yang akan dibedah dalam tinjauan fundamental ini mencakup:

Kesehatan Neraca (Balance Sheet): Memastikan rasio utang terhadap ekuitas berada pada level yang aman dan berkelanjutan.

Efisiensi Operasional: Meninjau kembali proses bisnis untuk memangkas biaya-biaya yang tidak perlu (waste) tanpa mengurangi kualitas layanan.

Proyeksi Arus Kas (Cash Flow): Memastikan perusahaan memiliki likuiditas yang cukup untuk menjalankan operasional harian sekaligus melakukan investasi masa depan.

Kapabilitas SDM dan Teknologi: Menilai apakah struktur organisasi dan teknologi yang digunakan sudah relevan dengan tuntutan industri modern.

Memperkuat Tata Kelola (Good Corporate Governance) sebagai Kunci Keberlanjutan

Salah satu tantangan klasik dalam pengelolaan BUMN adalah masalah tata kelola. Untuk memastikan bahwa strategi "cuan" ini tidak hanya bersifat jangka pendek, Danantara menempatkan Good Corporate Governance (GCG) sebagai harga mati. Menurut Dony, keuntungan yang besar tidak akan berarti jika diraih dengan cara-cara yang melanggar prinsip transparansi dan akuntabilitas.

Dengan tata kelola yang bersih, kepercayaan investor, baik domestik maupun internasional, akan meningkat. Hal ini sangat penting bagi Danantara karena salah satu misi besarnya adalah menarik investasi asing untuk masuk ke dalam proyek-proyek strategis nasional yang dikelola melalui BUMN.

Peningkatan tata kelola ini akan berdampak pada: