DWJ Manajement - PORTAL

COO Danantara Ungkap Progres Restrukturisasi BUMN Karya

Oleh: DWJ-Manajement 18 Aug 2026
COO Danantara Ungkap Progres Restrukturisasi BUMN Karya

Dony menjelaskan bahwa setiap entitas memiliki karakteristik utang yang berbeda-beda, baik itu utang kepada perbankan, obligasi, maupun utang kepada kontraktor atau pemasok. Perbedaan tenor, suku bunga, dan persyaratan kontrak ini membuat skema restrukturisasi tidak bisa disamaratakan (one size fits all).

Strategi Danantara dalam Menata Ulang Portofolio Konstruksi

Menghadapi situasi yang kompleks tersebut, Danantara tidak mengambil langkah instan. Perusahaan pengelola investasi ini sedang menyiapkan peta jalan (roadmap) yang komprehensif untuk memastikan bahwa restrukturisasi tidak hanya menyelesaikan masalah utang, tetapi juga meningkatkan efisiensi operasional dan daya saing perusahaan di masa depan.

Beberapa langkah strategis yang tengah dikaji meliputi:

1. Konsolidasi dan Simplifikasi Struktur

Salah satu langkah yang akan diambil adalah melakukan simplifikasi struktur organisasi. Danantara mendorong adanya penggabungan atau penyederhanaan anak-anak perusahaan yang tidak memiliki fungsi strategis. Tujuannya adalah agar koordinasi menjadi lebih ramping, biaya overhead berkurang, dan pengambilan keputusan dapat dilakukan dengan lebih cepat.

2. Penataan Portofolio Proyek

Danantara akan mengevaluasi kembali portofolio proyek yang sedang berjalan maupun yang akan datang. Perusahaan BUMN Karya diharapkan tidak lagi hanya mengejar pertumbuhan aset atau volume proyek semata, melainkan harus fokus pada proyek-proyek yang memiliki tingkat pengembalian (return) yang jelas dan risiko finansial yang terkendali. Fokus akan dialihkan pada proyek yang memiliki kepastian pembayaran dari pemilik proyek.

3. Skema Pembiayaan Kreatif

Selain melakukan negosiasi ulang dengan kreditur, Danantara juga tengah menjajaki berbagai skema pembiayaan alternatif. Ini termasuk kemungkinan konversi utang menjadi ekuitas (debt-to-equity swap), divestasi aset non-inti, hingga mencari mitra strategis melalui skema kerja sama yang dapat menyuntikkan modal segar tanpa menambah beban utang baru yang berisiko.