Wilayah Jawa: Meski musim kemarau sedang berlangsung, beberapa wilayah di Jawa bagian barat dan selatan tetap memiliki potensi hujan lokal dengan intensitas sedang.
Wilayah Kalimantan: Sebagian wilayah Kalimantan tengah dan utara berpotensi mengalami hujan disertai kilat dan angin kencang.
Wilayah Sulawesi: Beberapa daerah di Sulawesi merupakan zona merah yang harus diwaspadai karena adanya potensi hujan lebat yang berkelanjutan.
Wilayah Nusa Tenggara dan Papua: Meskipun pengaruh El Niño terasa kuat di wilayah timur, beberapa area di Papua tetap menunjukkan aktivitas awan konvektif yang signifikan.
Catatan: Masyarakat sangat disarankan untuk mengecek aplikasi "Info BMKG" atau situs resmi BMKG untuk mendapatkan daftar nama kota dan kabupaten secara spesifik dan real-time.
Dampak yang Perlu Diwaspadai Masyarakat
Hujan lebat yang terjadi dalam durasi singkat atau hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi secara terus-menerus dapat menimbulkan berbagai dampak negatif bagi lingkungan dan aktivitas manusia. BMKG menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap beberapa risiko berikut:
1. Potensi Banjir dan Genangan
Di kawasan perkotaan dengan sistem drainase yang kurang optimal, hujan lebat dapat menyebabkan banjir rob atau banjir kiriman. Hal ini tentu akan menghambat mobilitas warga dan merusak infrastruktur jalan. Warga di daerah dataran rendah diminta untuk selalu memantau tinggi muka air di lingkungan sekitar.
2. Risiko Tanah Longsor
Bagi masyarakat yang tinggal di daerah perbukitan atau lereng gunung, hujan lebat merupakan ancaman serius. Air yang meresap ke dalam tanah secara masif dapat meningkatkan beban tanah dan memicu terjadinya pergerakan tanah atau longsor. Pastikan area di sekitar tempat tinggal tidak memiliki retakan tanah yang mencurigakan.
3. Angin Kencang dan Sambaran Petir