Wilayah Keempat: Area kepulauan kecil yang sering mengalami hujan lokal akibat dinamika laut.
Wilayah Kelima: Bagian tengah wilayah yang memiliki topografi pegunungan.
Wilayah Keenam: Wilayah perbatasan yang mengalami pergerakan massa udara lembap.
Wilayah Ketujuh: Area pesisir timur yang dipengaruhi oleh angin laut.
Wilayah Kedelapan: Kawasan daratan rendah yang mengalami peningkatan suhu ekstrem di siang hari.
Catatan: Masyarakat disarankan untuk terus memantau aplikasi resmi BMKG atau media sosial resmi BMKG untuk mendapatkan pembaruan koordinat wilayah secara lebih presisi dan real-time.
Dampak yang Perlu Diwaspadai Masyarakat
Walaupun curah hujan diprediksi rendah, kehadiran hujan di tengah musim kemarau tetap membawa beberapa risiko yang perlu dimitigasi oleh warga, terutama bagi mereka yang beraktivitas di luar ruangan.
1. Perubahan Suhu Mendadak
Transisi dari panas terik ke hujan dapat menyebabkan perubahan suhu yang drastis. Hal ini sering kali memicu gangguan kesehatan seperti flu, batuk, atau demam akibat penurunan imunitas tubuh saat menghadapi perubahan cuaca yang tidak menentu.
2. Kondisi Jalanan yang Licin
Hujan yang turun di atas permukaan jalan yang kering dan berdebu akibat musim kemarau dapat menciptakan lapisan licin yang berbahaya bagi pengendara motor maupun mobil. Debu yang terkena air akan membentuk lumpur tipis yang dapat mengurangi daya cengkeram ban kendaraan.
3. Risiko Banjir Genangan di Area Urban