Wilayah Kalimantan bagian tengah dan utara.
Sebagian besar wilayah Sulawesi, terutama pada area pegunungan dan pesisir.
Beberapa titik di wilayah Sulawesi Tenggara yang memiliki intensitas curah hujan cukup tinggi.
3. Wilayah Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua
Di bagian timur Indonesia, pola hujan cenderung lebih terfokus pada wilayah kepulauan tertentu. Meskipun beberapa daerah mungkin mengalami cuaca cerah, potensi hujan tetap ada di wilayah berikut:
Sebagian wilayah Nusa Tenggara yang berbatasan dengan perairan hangat.
Beberapa titik di wilayah Maluku yang dipengaruhi oleh angin muson lokal.
Wilayah Papua, terutama di area yang memiliki topografi ekstrem.
Memahami Intensitas Hujan dan Dampaknya
Penting bagi masyarakat untuk memahami bahwa "potensi hujan" yang dirilis oleh BMKG mencakup berbagai tingkat intensitas. BMKG biasanya mengategorikan hujan menjadi tiga jenis utama, yaitu hujan ringan, hujan sedang, dan hujan lebat. Dalam beberapa kasus, bahkan terdapat peringatan untuk hujan ekstrem yang disertai fenomena cuaca lainnya.
Hujan Ringan dan Sedang
Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang biasanya tidak terlalu mengganggu aktivitas transportasi secara signifikan. Namun, jika terjadi dalam durasi yang sangat lama, hal ini tetap dapat menyebabkan genangan air di titik-titik drainase yang tersumbat.
Hujan Lebat dan Cuaca Ekstrem
Hujan lebat yang disertai angin kencang atau petir adalah kondisi yang harus diwaspadai secara serius. Dampak dari kondisi ini meliputi: