Wilayah Pesisir dan Kepulauan: Daerah yang berbatasan langsung dengan laut terbuka memiliki risiko tinggi terhadap gelombang tinggi dan angin kencang yang dipicu oleh aktivitas siklon.
Wilayah Pegunungan dan Lereng: Daerah dengan topografi curam diimbau waspada terhadap potensi tanah longsor akibat saturasi air tanah yang tinggi setelah hujan lebat yang berkelanjutan.
Wilayah Perkotaan dan Dataran Rendah: Risiko utama di wilayah ini adalah banjir genangan (rob) atau banjir bandang jika sistem drainase tidak mampu menampung volume air hujan yang ekstrem.
Wilayah Perairan: Nelayan dan pelaku transportasi laut diminta memperhatikan tinggi gelombang yang berpotensi mengganggu stabilitas armada di laut.
Mengingat pola hujan yang bisa terjadi secara sporadis namun intens, warga diharapkan terus memantau aplikasi resmi BMKG atau kanal informasi cuaca resmi lainnya secara berkala untuk mendapatkan pembaruan (update) terkini.
Dampak Bencana Hidrometeorologi yang Perlu Diantisipasi
Hujan lebat yang dipicu oleh siklon tropis bukan sekadar fenomena alam biasa. Dampak yang ditimbulkan bisa sangat merugikan, baik dari segi materi maupun keselamatan jiwa. Beberapa ancaman utama yang harus diantisipasi antara lain:
Pertama, adalah banjir. Banjir dapat terjadi dalam dua bentuk: banjir kiriman dari wilayah hulu atau banjir akibat drainase perkotaan yang tersumbat. Dengan intensitas hujan yang tinggi dalam durasi yang lama, kemampuan tanah untuk menyerap air akan mencapai titik jenuh, sehingga sisa air akan mengalir di permukaan dan menggenangi pemukiman.
Kedua, tanah longsor. Bagi masyarakat yang tinggal di daerah perbukitan, hujan lebat merupakan ancaman nyata. Air hujan yang meresap ke dalam tanah dapat menambah beban massa tanah dan mengurangi daya ikat antar partikel tanah, yang pada akhirnya memicu pergerakan tanah atau longsor.
Ketiga, angin kencang dan puting beliung. Siklon tropis sering kali menciptakan turbulensi udara yang kuat. Angin kencang ini dapat merusak bangunan, menumbangkan pohon, hingga merusak infrastruktur listrik yang dapat memicu pemadaman listrik secara luas.
Langkah Mitigasi: Apa yang Harus Dilakukan Masyarakat?