Entitas hasil merger ini nantinya akan memiliki kapasitas untuk masuk ke instrumen investasi yang lebih kompleks dan berskala besar, mulai dari proyek infrastruktur strategis hingga investasi teknologi tinggi di luar negeri. Dengan profil aset yang besar, lembaga ini akan lebih dipercaya oleh mitra internasional untuk melakukan kerja sama investasi strategis.
Memperkuat Daya Tarik Investasi di Indonesia
Selain untuk internal BUMN, merger ini memiliki misi eksternal yang sangat kuat, yakni meningkatkan daya tarik investasi bagi investor asing (Foreign Direct Investment/FDI). Investor global cenderung lebih menyukai ekosistem yang stabil, transparan, dan memiliki mitra lokal yang memiliki kapasitas finansial yang kuat.
Kehadiran satu entitas asset management raksasa yang dikelola secara profesional akan memberikan sinyal positif kepada pasar bahwa Indonesia serius dalam mengelola kekayaan negaranya secara modern. Hal ini akan menurunkan persepsi risiko bagi investor asing, yang pada akhirnya dapat mendorong aliran modal masuk ke berbagai sektor produktif di Indonesia.
Manfaat Utama Konsolidasi Aset Bagi Negara
Secara garis besar, terdapat beberapa manfaat utama yang akan dirasakan oleh negara melalui langkah merger Danantara ini:
Optimalisasi Imbal Hasil (Yield): Dengan portofolio yang lebih besar, entitas ini dapat melakukan diversifikasi aset yang lebih luas, sehingga risiko dapat dimitigasi dan potensi keuntungan dapat dimaksimalkan.
Transparansi dan Akuntabilitas: Penyatuan pengelolaan aset memudahkan pengawasan oleh pemerintah dan lembaga terkait, sehingga meminimalisir celah inefisiensi atau penyalahgunaan.
Peningkatan Kapasitas Pendanaan Proyek Strategis: Entitas baru ini akan memiliki kekuatan modal yang sangat besar untuk mendanai proyek-proyek strategis nasional tanpa harus selalu bergantung pada utang luar negeri.
Sinergi Teknologi dan SDM: Penggabungan talenta terbaik dari empat perusahaan akan menciptakan pusat keunggulan (center of excellence) dalam bidang manajemen investasi di Indonesia.