DWJ Manajement - PORTAL

Dani Arwanto Sulap Kampung Kumuh di Koja Jadi Kampung Hijau

Oleh: DWJ-Manajement 03 Sep 2026
Dani Arwanto Sulap Kampung Kumuh di Koja Jadi Kampung Hijau

Edukasi Berkelanjutan: Menjaga agar semangat warga tidak surut setelah tanaman mulai tumbuh.

Pengelolaan Limbah: Mengintegrasikan pengelolaan sampah rumah tangga menjadi kompos untuk mendukung kesuburan tanaman.

Kekuatan Urban Farming: Lebih dari Sekadar Menanam

Apa yang dilakukan Dani Arwanto di Gang Hijau Cemara membuktikan bahwa urban farming bukan hanya soal hobi menanam, melainkan sebuah solusi sistemik untuk permasalahan perkotaan. Gerakan ini mencakup tiga aspek utama yang menjadi pilar ekonomi hijau: lingkungan, sosial, dan ekonomi.

Dari sisi lingkungan, penanaman vegetasi di gang-gang sempit membantu menurunkan suhu mikro di kawasan tersebut, mengurangi polusi udara, dan menciptakan resapan air yang lebih baik melalui sistem drainase yang lebih tertata di sekitar tanaman.

Dari sisi sosial, kegiatan bercocok tanam bersama menjadi ruang interaksi baru bagi warga. Gotong royong yang biasanya hanya muncul saat kerja bakti membersihkan selokan, kini bertransformasi menjadi kegiatan merawat tanaman bersama. Hal ini memperkuat kohesi sosial dan rasa memiliki terhadap lingkungan tempat tinggal mereka.

Manfaat Ekonomi bagi Masyarakat Lokal

Aspek yang paling krusial dan menjadi alasan kuat di balik penerimaan Anugerah Ekonomi Hijau adalah dampak ekonominya. Urban farming menciptakan kemandirian pangan di tingkat rumah tangga. Warga tidak perlu lagi membeli sayuran seperti cabai, bayam, atau kangkung setiap hari, karena mereka bisa memanennya langsung di depan pintu rumah.

Lebih jauh lagi, Dani berhasil mengarahkan warga untuk melihat potensi nilai jual dari hasil panen tersebut. Beberapa manfaat ekonomi yang dapat dirasakan antara lain:

Penghematan Pengeluaran Rumah Tangga: Mengurangi belanja harian untuk kebutuhan dapur.