DWJ Manajement - PORTAL

Dari Cabai hingga Terong, Harga Sayuran Merangkak Naik di Pasar Kramat Jati

Oleh: DWJ-Manajement • 01 Oct 2026
Dari Cabai hingga Terong, Harga Sayuran Merangkak Naik di Pasar Kramat Jati

```html

Musim Kemarau Melanda, Harga Sayuran di Pasar Induk Kramat Jati Mulai Merangkak Naik

Jakarta – Kondisi cuaca ekstrem berupa musim kemarau yang berkepanjangan mulai menunjukkan dampak nyata terhadap stabilitas harga pangan di ibu kota. Berdasarkan pantauan terkini di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, sejumlah komoditas sayuran mulai mengalami kenaikan harga secara bertahap. Fenomena ini mulai dikhawatirkan akan berdampak pada daya beli masyarakat luas jika tidak segera tertangani.

Pasar Induk Kramat Jati, yang merupakan salah satu pusat distribusi pangan terbesar di Indonesia, menjadi barometer bagi fluktuasi harga pangan di wilayah Jabodetabek. Ketika harga di pasar induk ini mulai bergerak naik, maka secara otomatis harga di pasar-pasar tradisional hingga ritel eceran di pemukiman warga juga akan mengikuti tren yang sama.

Daftar Komoditas yang Mengalami Kenaikan Harga

Kenaikan harga kali ini tidak hanya menyasar satu jenis sayuran saja, melainkan merambah ke berbagai komoditas penting yang menjadi kebutuhan pokok dapur rumah tangga. Beberapa jenis sayuran yang mencatat kenaikan harga meliputi:

Cabai: Komoditas ini selalu menjadi yang paling sensitif terhadap perubahan cuaca. Baik cabai merah maupun cabai rawit dilaporkan mengalami tren kenaikan akibat berkurangnya pasokan dari daerah penghasil.

Bawang Merah: Selain cabai, bawang merah juga mulai menunjukkan tren penguatan harga, yang dipicu oleh penurunan kualitas hasil panen di tingkat petani.

Terong: Sayuran yang sering menjadi pendamping menu harian ini turut merangkak naik, menambah beban belanja konsumen.