Desil 5 hingga Desil 7: Kelompok Menengah Bawah (The Vulnerable Middle Class)
Kelompok ini sering disebut sebagai "kelompok menengah yang rentan". Mereka tidak cukup miskin untuk mendapatkan bantuan sosial secara rutin, namun tidak cukup kaya untuk kebal terhadap fluktuasi harga kebutuhan pokok.
Dalam rencana pembatasan subsidi BBM, kelompok ini berada di zona abu-abu. Mereka mungkin masih bisa mengakses Pertalite dengan bantuan tertentu, namun risiko terdampaknya terhadap kenaikan harga barang sangat besar. Jika terjadi penyesuaian harga BBM, kelompok ini adalah yang paling pertama merasakan tekanan inflasi.
Desil 8 hingga Desil 10: Kelompok Mampu dan Menengah Atas
Kelompok ini adalah mereka yang secara ekonomi sudah stabil dan memiliki daya beli yang tinggi. Dalam kebijakan efisiensi anggaran negara, kelompok inilah yang disasar untuk tidak lagi menerima subsidi BBM.
Desil 8: Masyarakat kelas menengah yang sudah memiliki stabilitas ekonomi namun masih sangat bergantung pada harga energi yang terjangkau.
Desil 9 & 10: Kelompok masyarakat yang secara statistik dianggap mampu. Dalam skema baru, kelompok ini diharapkan dapat membeli BBM sesuai harga pasar (non-subsidi) tanpa bergantung pada APBN.
Kaitan Desil dengan Nasib Bansos dan Pembatasan Pertalite
Mengapa pemerintah begitu menekankan pada data desil? Jawabannya adalah efisiensi fiskal. Anggaran negara (APBN) memiliki batas, sementara kebutuhan subsidi terus meningkat seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk dan kenaikan harga minyak dunia.
1. Transformasi Penyaluran Bansos
Dengan data desil yang akurat, penyaluran bansos tidak lagi dilakukan secara "pukul rata". Pemerintah ingin memastikan bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan dari kas negara benar-benar sampai ke tangan warga di desil 1 hingga desil 4. Jika data menunjukkan seseorang telah naik kelas ke desil 6 atau 7, maka secara otomatis bantuan sosial tersebut akan dikurangi atau dihentikan untuk dialihkan kepada yang lebih membutuhkan.
2. Pembatasan BBM Bersubsidi (Pertalite)
Isu yang paling sensitif adalah pembatasan Pertalite. Selama ini, subsidi BBM seringkali dinikmati oleh kelompok yang sebenarnya mampu (terutama pemilik mobil pribadi). Dengan menggunakan data desil, pemerintah berencana menerapkan mekanisme pembatasan berbasis profil ekonomi. Kelompok dalam desil tinggi diprediksi akan diarahkan untuk menggunakan BBM non-subsidi, sementara desil rendah tetap mendapatkan akses terhadap harga subsidi melalui sistem kendali yang ketat.