Berikut adalah beberapa aspek utama yang akan menjadi fokus dalam revitalisasi tersebut:
Optimalisasi Pengawasan Aliran Modal: Meningkatkan kemampuan deteksi dini terhadap potensi aliran modal keluar yang tidak terduga guna mencegah kejutan pada pasar keuangan.
Penguatan Cadangan Devisa: Memastikan bahwa aliran devisa dari sektor ekspor dan investasi asing langsung (FDI) dapat dikelola secara efektif untuk memperkuat cadangan devisa negara.
Sinkronisasi Kebijakan Moneter dan Makroprudensial: Menyelaraskan pengaturan LLD agar sejalan dengan upaya menjaga pertumbuhan ekonomi dan stabilitas sistem keuangan.
Adaptasi terhadap Transaksi Digital: Merespons pertumbuhan transaksi lintas batas (cross-border payment) yang semakin masif melalui teknologi digital guna memastikan regulasi tetap relevan.
Mitigasi Risiko di Tengah Ketidakpastian Global
Ketidakpastian kebijakan moneter dari bank sentral global, terutama Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat, sering kali menciptakan gelombang ketidakpastian di pasar negara berkembang. Destry menyadari bahwa kebijakan LLD yang kuat akan menjadi "perisai" bagi ekonomi Indonesia saat terjadi kebijakan pengetatan moneter global.
Dengan melakukan revitalisasi, Bank Indonesia diharapkan memiliki instrumen yang lebih tajam untuk mengatur tempo masuk dan keluarnya modal asing. Hal ini penting agar pergerakan modal tidak bersifat liar dan hanya mengejar keuntungan jangka pendek yang dapat mengganggu stabilitas makroekonomi.
Mendorong Investasi Langsung (FDI) melalui Kepastian Regulasi