Dampak Gempa NTT: 12 Gudang Bulog Dilaporkan Rusak, Perum Bulog Pastikan Ketahanan Pangan Tetap Aman
Upaya mitigasi intensif dan pengecekan stok pangan dilakukan untuk mencegah gangguan distribusi di wilayah terdampak.
Gempa bumi yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) baru-baru ini tidak hanya berdampak pada pemukiman warga dan infrastruktur publik, tetapi juga menyentuh sektor logistik pangan nasional. Perum BULOG, sebagai garda terdepan dalam menjaga stabilitas cadangan pangan pemerintah, melaporkan adanya kerusakan signifikan pada sejumlah fasilitas penyimpanannya di wilayah tersebut.
Direktur Utama (Dirut) Perum BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani, secara resmi mengonfirmasi bahwa terdapat 12 gudang milik Bulog di Nusa Tenggara Timur yang mengalami kerusakan akibat guncangan gempa. Informasi ini menjadi perhatian serius mengingat peran vital gudang-gudang tersebut dalam menjaga ketersediaan stok pangan, khususnya beras, untuk masyarakat di wilayah NTT.
Detail Kerusakan dan Langkah Awal Penilaian
Berdasarkan laporan awal yang diterima manajemen, kerusakan yang terjadi pada 12 gudang tersebut bervariasi, mulai dari kerusakan struktural ringan hingga kerusakan pada bagian atap dan dinding gudang. Meskipun demikian, fokus utama perusahaan saat ini adalah memastikan bahwa kerusakan infrastruktur tersebut tidak mengancam kualitas komoditas pangan yang tersimpan di dalamnya.
Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan bahwa tim teknis dari Perum BULOG telah dikerahkan untuk melakukan asesmen menyeluruh di lapangan. Langkah ini bertujuan untuk memetakan sejauh mana kerusakan yang terjadi dan mengidentifikasi risiko yang mungkin timbul terhadap stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang ada di lokasi terdampak.
Beberapa poin utama dalam proses penilaian saat ini meliputi:
Integritas Struktural: Mengevaluasi kekuatan bangunan gudang untuk memastikan keamanan pekerja dan stok pangan.
Kualitas Komoditas: Melakukan pemeriksaan terhadap kelembapan dan kondisi fisik beras untuk mencegah terjadinya kerusakan akibat rembesan air atau kerusakan kemasan.
Keamanan Logistik: Memastikan akses masuk dan keluar gudang tetap aman untuk proses bongkar muat di tengah situasi pasca-gempa.