Komitmen Menjaga Stabilitas Pangan di NTT
Meskipun menghadapi tantangan infrastruktur pasca-bencana, Perum BULOG memberikan jaminan kepada masyarakat NTT bahwa distribusi pangan tidak akan terganggu. Perusahaan berkomitmen untuk tetap menjalankan fungsi pelayanan publiknya guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan di pasar.
Pihak manajemen menjelaskan bahwa meskipun infrastruktur fisik mengalami kendala, manajemen stok tetap terkendali. Perusahaan telah menyiapkan skenario darurat untuk mengalihkan atau memobilisasi stok dari gudang-gudang lain yang tidak terdampak jika memang diperlukan untuk menjamin kelancaran penyaluran bantuan pangan maupun kebutuhan pasar reguler.
"Fokus utama kami adalah memastikan bahwa kebutuhan pangan masyarakat di NTT tetap terpenuhi. Kami tidak ingin kerusakan bangunan menghambat aliran distribusi pangan ke masyarakat, terutama di masa-masa kritis pasca-bencana seperti ini," ujar Ahmad Rizal Ramdhani dalam keterangannya.
Mitigasi Risiko dan Strategi Distribusi Darurat
Menghadapi situasi ini, Perum BULOG tidak hanya sekadar melakukan perbaikan fisik, tetapi juga menyusun strategi mitigasi risiko jangka panjang. NTT secara geografis merupakan wilayah yang memiliki risiko bencana alam yang cukup tinggi, sehingga penguatan infrastruktur logistik menjadi prioritas yang tidak bisa ditunda.
Berikut adalah beberapa langkah strategis yang sedang dan akan diambil oleh Perum BULOG:
1. Percepatan Perbaikan Infrastruktur
Setelah asesmen selesai dilakukan, langkah selanjutnya adalah melakukan perbaikan fisik pada gudang-gudang yang mengalami kerusakan. Perusahaan akan bekerja sama dengan pihak terkait untuk memastikan perbaikan dilakukan secara cepat namun tetap memenuhi standar keamanan bangunan logistik pangan.
2. Relokasi dan Pengamanan Stok Pangan
Jika terdapat gudang yang dinilai tidak lagi aman secara struktural untuk menyimpan stok dalam jangka panjang, Bulog akan melakukan langkah relokasi stok ke gudang lain yang lebih stabil di wilayah NTT atau wilayah terdekat. Hal ini dilakukan untuk menghindari risiko penurunan kualitas pangan akibat faktor lingkungan yang tidak terkendali.