Skema Pembiayaan Non-APBN: Mengurangi beban fiskal pemerintah daerah dengan mengalihkan beban pendanaan ke skema investasi yang lebih berkelanjutan.
Optimalisasi Aset: Danantara dapat membantu dalam mengelola aset-aset di sekitar jalur LRT untuk menciptakan pendapatan non-tiket (non-farebox revenue).
Efisiensi Manajemen Proyek: Dengan pendekatan profesional layaknya lembaga investasi global, proses eksekusi proyek diharapkan dapat lebih cepat dan akuntabel.
Peningkatan Kepercayaan Investor: Keterlibatan Danantara dapat menjadi sinyal positif bagi investor swasta lainnya untuk ikut serta dalam proyek infrastruktur di Jakarta.
Mekanisme Pengkajian yang Sedang Berjalan
Saat ini, pihak Danantara menegaskan bahwa mereka sedang dalam tahap pengkajian. Hal ini merupakan prosedur standar dalam setiap pengambilan keputusan investasi besar. Tim ahli Danantara perlu melihat berbagai aspek, mulai dari kelayakan ekonomi (economic feasibility), kelayakan finansial (financial feasibility), hingga dampak sosial dan lingkungan dari pengembangan LRT Jakarta.
Pengkajian ini mencakup analisis mengenai rute mana yang paling mendesak untuk dibangun, bagaimana proyeksi jumlah penumpang di masa depan, hingga bagaimana model pengembalian modal (return on investment) yang paling optimal tanpa memberatkan tarif pengguna jasa.
Respons Bos Danantara Terkait Permintaan Dukungan
Menanggapi permintaan untuk membantu pembangunan LRT Jakarta, pihak manajemen Danantara memberikan pernyataan yang menunjukkan sikap terbuka namun tetap berhati-hati. Inti dari respons tersebut adalah bahwa setiap dukungan investasi yang diberikan harus melalui proses analisis risiko yang ketat.
Bos Danantara mengisyaratkan bahwa fokus utama lembaga adalah memastikan bahwa setiap rupiah yang diinvestasikan mampu memberikan nilai tambah bagi negara dan masyarakat. Jika pengembangan LRT Jakarta terbukti memiliki nilai strategis yang tinggi dan mampu memberikan dampak pengganda (multiplier effect) terhadap ekonomi Jakarta, maka pintu dukungan investasi terbuka lebar.
"Kami tengah mengkaji berbagai peluang investasi strategis, termasuk di sektor transportasi publik. Namun, segala bentuk keterlibatan harus didasarkan pada studi kelayakan yang komprehensif," ungkap pihak manajemen dalam sebuah kesempatan.