DWJ Manajement - PORTAL

Dirut Jasa Raharja Raih Anugerah Ekonomi Hijau 2026

Oleh: DWJ-Manajement 04 Sep 2026
Dirut Jasa Raharja Raih Anugerah Ekonomi Hijau 2026

Dirut Jasa Raharja Muhammad Awaluddin Sabet Anugerah Ekonomi Hijau 2026 atas Komitmen Keselamatan Transportasi

Penguatan ekosistem keselamatan transportasi menjadi faktor kunci keberhasilan Jasa Raharja dalam mendukung agenda ekonomi berkelanjutan.

JAKARTA - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh insan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, secara resmi menerima penghargaan bergengsi Anugerah Ekonomi Hijau 2026. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas peran sentralnya dalam memperkuat ekosistem keselamatan transportasi di Indonesia.

Penghargaan tersebut bukan sekadar pengakuan atas pencapaian korporasi, melainkan bentuk apresiasi terhadap visi kepemimpinan Muhammad Awaluddin yang berhasil mengintegrasikan aspek keselamatan transportasi dengan prinsip-prinsip ekonomi hijau yang berkelanjutan. Dalam konteks ekonomi hijau, aspek sosial dan keselamatan menjadi pilar yang tak terpisahkan dari keberlanjutan ekonomi nasional.

Menghubungkan Keselamatan Transportasi dengan Ekonomi Hijau

Banyak pihak mungkin mempertanyakan apa kaitan antara keselamatan transportasi dengan ekonomi hijau. Namun, di bawah kepemimpinan Muhammad Awaluddin, Jasa Raharja telah membuktikan bahwa pengurangan risiko kecelakaan lalu lintas memiliki korelasi langsung terhadap efisiensi ekonomi dan keberlanjutan sosial.

Ekonomi hijau tidak hanya berbicara mengenai pengurangan emisi karbon atau transisi energi terbarukan, tetapi juga mencakup aspek "Social Sustainability" atau keberlanjutan sosial. Kecelakaan transportasi yang tinggi tidak hanya menyebabkan kerugian jiwa, tetapi juga menciptakan beban ekonomi yang besar bagi negara, keluarga korban, dan produktivitas nasional. Dengan memperkuat ekosistem keselamatan, Jasa Raharja secara tidak langsung telah membantu menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.

Muhammad Awaluddin menekankan bahwa Jasa Raharja kini tidak lagi hanya berperan sebagai lembaga penyedia santunan pasca-kecelakaan (reaktif), melainkan bertransformasi menjadi garda terdepan dalam upaya preventif untuk menekan angka kecelakaan (proaktif). Perubahan paradigma inilah yang menjadi nilai jual utama dalam perolehan Anugerah Ekonomi Hijau 2026.

Langkah Strategis Penguatan Ekosistem Keselamatan

Dalam perjalanannya meraih penghargaan ini, Jasa Raharja telah melakukan berbagai langkah strategis yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan (*stakeholders*). Penguatan ekosistem keselamatan ini dilakukan melalui beberapa lini utama, antara lain:

Sinergi Antarlembaga: Kolaborasi intensif dengan Kepolisian Republik Indonesia (Polri), Kementerian Perhubungan, serta Dinas Perhubungan di berbagai daerah untuk menciptakan sistem pengawasan dan pencegahan kecelakaan yang lebih terintegrasi.