DWJ Manajement - PORTAL

Dolar AS Masih Betah di Level Rp 18.000-an

Oleh: DWJ-Manajement 30 Jul 2026
Dolar AS Masih Betah di Level Rp 18.000-an

Upaya Mitigasi dan Peran Bank Indonesia

Menghadapi tekanan ini, Bank Indonesia (BI) dituntut untuk bertindak cepat dan taktis. Kebijakan moneter yang diambil harus mampu menyeimbangkan antara menjaga stabilitas nilai tukar dengan tetap mendukung pertumbuhan ekonomi nasional agar tidak terhambat oleh suku bunga yang terlalu tinggi.

BI biasanya menggunakan berbagai instrumen untuk menjaga stabilitas rupiah, di antaranya adalah melalui intervensi di pasar valas (spot dan DNDF) serta melalui kebijakan suku bunga (BI Rate). Jika tekanan terus berlanjut, ada kemungkinan BI akan melakukan penyesuaian suku bunga untuk menjaga daya tarik aset keuangan domestik di mata investor asing.

Selain itu, penguatan struktur pasar keuangan domestik dan mendorong penggunaan mata uang lokal dalam transaksi perdagangan internasional (Local Currency Settlement/LCS) menjadi strategi jangka panjang yang krusial guna mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS.

Kesimpulan

Bertahannya dolar AS di level Rp 18.000 per rupiah merupakan cerminan dari kuatnya dominasi ekonomi Amerika Serikat dan ketidakpastian global yang masih menyelimuti dunia. Faktor kebijakan The Fed dan dinamika geopolitik menjadi pendorong utama yang sulit dihindari.

Bagi Indonesia, situasi ini merupakan tantangan serius yang memerlukan koordinasi erat antara kebijakan moneter Bank Indonesia dan kebijakan fiskal pemerintah. Pengendalian inflasi akibat kenaikan biaya impor serta perlindungan terhadap daya beli masyarakat harus menjadi prioritas utama guna memastikan ekonomi nasional tetap resilien di tengah badai penguatan dolar AS.