DWJ Manajement - PORTAL

Dolar Nyaris Rp18.000, Juda Agung Bocorkan Jurus Amankan Rupiah

Oleh: DWJ-Manajement • 02 Oct 2026
Dolar Nyaris Rp18.000, Juda Agung Bocorkan Jurus Amankan Rupiah

Strategi Kementerian Keuangan dalam Menjaga Stabilitas Kurs

Menghadapi tantangan tersebut, Wamenkeu Juda Agung membocorkan sejumlah "jurus" atau langkah strategis yang tengah dan akan ditempuh oleh Kementerian Keuangan. Pemerintah menekankan bahwa penanganan nilai tukar tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus melalui pendekatan yang komprehensif dan terintegrasi.

Juda Agung menjelaskan bahwa fokus utama pemerintah adalah menjaga agar tekanan pada rupiah tidak mengganggu stabilitas makroekonomi secara keseluruhan. Langkah-langkah ini mencakup penguatan instrumen fiskal dan koordinasi yang erat dengan otoritas moneter.

Sinergi Fiskal dan Moneter: Kunci Utama

Salah satu poin krusial yang disampaikan oleh Juda Agung adalah pentingnya sinergi antara kebijakan fiskal yang dijalankan Kementerian Keuangan dengan kebijakan moneter yang dikendalikan oleh Bank Indonesia (BI). Kerja sama ini dikenal sebagai koordinasi antara otoritas fiskal dan moneter untuk menciptakan stabilitas nilai tukar.

Dalam praktiknya, koordinasi ini melibatkan:

Sinkronisasi Kebijakan: Memastikan bahwa kebijakan anggaran pemerintah tidak bertabrakan dengan upaya Bank Indonesia dalam melakukan intervensi pasar untuk menstabilkan rupiah.

Manajemen Cadangan Devisa: Bekerja sama dalam mengoptimalkan penggunaan cadangan devisa guna meredam volatilitas di pasar valas.

Komunikasi Pasar: Memberikan sinyal yang konsisten kepada pelaku pasar untuk mengurangi spekulasi yang dapat memperburuk nilai tukar.

Pengelolaan APBN sebagai Bantalan Ekonomi

Selain koordinasi dengan Bank Indonesia, Kementerian Keuangan juga mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai instrumen "shock absorber" atau bantalan ekonomi. APBN dirancang untuk bersifat fleksibel guna merespons dinamika global yang tidak terduga.