DWJ Manajement - PORTAL

Donald Trump Mau Ubah Istilah AI, Siapkan Tiga Usulan

Oleh: DWJ-Manajement 21 Sep 2026
Donald Trump Mau Ubah Istilah AI, Siapkan Tiga Usulan

Beberapa poin keberatan dari kalangan ahli meliputi:

Standardisasi Ilmiah: Perubahan nama secara mendadak akan mengacaukan literatur ilmiah, jurnal penelitian, dan basis data global yang telah dibangun selama puluhan tahun menggunakan istilah AI.

Distorsi Realitas: Para ilmuwan berargumen bahwa menyebut mesin sebagai Supreme Intelligence adalah sebuah hiperbola yang tidak akurat secara teknis, karena mesin tetaplah sistem berbasis algoritma dan data.

Masalah Regulasi: Perubahan istilah dapat mempersulit proses pembuatan regulasi internasional, karena hukum yang ada saat ini disusun berdasarkan definisi Artificial Intelligence.

Meskipun demikian, tidak sedikit pula pendukung Trump yang melihat ini sebagai langkah berani untuk memberikan apresiasi yang layak terhadap pencapaian luar biasa manusia dalam menciptakan teknologi ini. Mereka melihat bahwa selama ini kita terlalu rendah hati dalam menamai penemuan terbesar dalam sejarah peradaban kita.

Masa Depan Terminologi di Era Trump

Apakah usulan Trump ini akan benar-benar diterapkan? Secara formal, seorang presiden tidak memiliki wewenang tunggal untuk mengubah istilah teknis yang digunakan oleh seluruh dunia. Namun, melalui kebijakan pemerintah, pengaruh pada kurikulum pendidikan, serta tekanan pada perusahaan-perusahaan besar untuk melakukan re-branding, perubahan ini bisa saja terjadi secara perlahan.

Jika usulan ini berhasil, kita mungkin akan melihat pergeseran besar dalam cara kita berinteraksi dengan teknologi. Kita tidak lagi berbicara tentang "menggunakan AI", melainkan "berkolaborasi dengan Superior Intelligence". Perubahan kata ini akan mengubah cara kita memandang posisi manusia di tengah kemajuan mesin yang kian tak terbendung.

Kesimpulan

Usulan Donald Trump untuk mengganti istilah Artificial Intelligence menjadi Superior, Extreme, atau Supreme Intelligence adalah langkah provokatif yang bertujuan untuk mengubah persepsi dunia terhadap teknologi kecerdasan buatan. Dengan menghapus kata "Artificial", Trump ingin menonjolkan kekuatan, dominasi, dan kehebatan teknologi tersebut tanpa embel-embel "buatan" yang dianggap merendahkan. Meskipun menuai polemik di kalangan ilmuwan dan pelaku industri karena potensi kekacauan standardisasi, langkah ini mencerminkan ambisi besar untuk mendominasi narasi teknologi global di masa depan.