BNI menghadirkan platform perbankan yang mampu terhubung langsung dengan sistem ERP (Enterprise Resource Planning) milik perusahaan-perusahaan di kawasan industri. Hal ini memungkinkan perusahaan untuk melakukan manajemen arus kas (cash management) secara real-time, otomatisasi pembayaran, dan pemantauan saldo yang lebih akurat tanpa perlu intervensi manual yang berlebihan.
2. Digitalisasi Supply Chain Financing (SCF)
Salah satu kekuatan utama BNI dalam memperkuat kawasan industri adalah melalui solusi pembiayaan rantai pasok. Dengan digitalisasi, hubungan antara perusahaan besar (anchor) dengan vendor atau supplier skala kecil dan menengah (UKM) dapat diperkuat. Melalui sistem SCF digital, para supplier dapat mengakses pendanaan dengan lebih cepat dan mudah berdasarkan invoice yang valid, sehingga kelancaran produksi di kawasan industri tetap terjaga.
3. Sinergi dengan Pemerintah dan Pengelola Kawasan
BNI tidak bergerak sendiri. Langkah ini dilakukan melalui kolaborasi erat dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta para pengelola kawasan industri. Sinergi ini bertujuan untuk menyelaraskan kebijakan investasi pemerintah dengan penyediaan infrastruktur keuangan yang mumpuni, sehingga tercipta kepastian hukum dan kemudahan operasional bagi investor.
Manfaat Nyata bagi Investor dan Pelaku Industri
Implementasi digitalisasi kawasan industri oleh BNI memberikan dampak positif yang luas bagi berbagai pemangku kepentingan. Berikut adalah beberapa manfaat utama yang dirasakan oleh para pelaku usaha:
Peningkatan Efisiensi Operasional: Proses transaksi yang otomatis mengurangi risiko kesalahan manusia (human error) dan mempercepat siklus operasional bisnis.
Transparansi dan Akuntabilitas: Penggunaan sistem digital memastikan seluruh aliran dana terdokumentasi dengan baik, memudahkan proses audit, dan meminimalisir praktik kecurangan.
Kecepatan Akses Modal: Melalui pembiayaan berbasis digital, perusahaan maupun supplier dapat memperoleh likuiditas dengan lebih cepat guna mendukung ekspansi atau kebutuhan modal kerja mendesak.