Tujuannya adalah agar petani lada tidak lagi hanya menjual produk mentah dengan harga fluktuatif, melainkan mampu menyediakan produk dengan nilai tambah yang lebih stabil. Dengan standarisasi yang baik, lada dari desa-desa di Babel dapat menembus pasar premium di Eropa, Amerika, dan Asia Timur secara lebih masif.
2. Pengembangan Sektor Olahan Perikanan
Sebagai wilayah kepulauan, sektor kelautan dan perikanan adalah urat nadi ekonomi Bangka Belitung. Namun, selama ini ekspor perikanan sering kali terkendala oleh kualitas bahan baku dan terbatasnya teknologi pengolahan. Desa Devisa di sektor perikanan akan difokuskan pada pengembangan industri pengolahan hasil laut.
Alih-alih hanya menjual ikan segar, para pelaku usaha di desa-desa ini akan didorong untuk memproduksi olahan perikanan seperti ikan kaleng, produk beku (frozen food), hingga produk olahan berbumbu siap saji. Langkah ini bertujuan untuk memperpanjang masa simpan produk dan meningkatkan harga jual, sehingga devisa yang masuk ke negara melalui sektor ini dapat meningkat drastis.
3. Industri Kreatif dan Kerajinan Tangan
Sektor ketiga yang tidak kalah penting adalah industri kerajinan. Kekayaan budaya dan sumber daya alam Babel memberikan inspirasi bagi produk-produk kreatif, seperti kerajinan dari timah, olahan kayu, hingga tekstil khas daerah. Produk kerajinan memiliki margin keuntungan yang tinggi dan sangat diminati di pasar ekspor sebagai produk gaya hidup (lifestyle).
Melalui pendampingan desain dan kurasi produk, Desa Devisa di sektor kerajinan akan membantu pengrajin lokal agar mampu menciptakan produk yang tidak hanya memiliki nilai estetika tinggi, tetapi juga memenuhi standar kualitas dan tren pasar global yang terus berubah.
Sinergi LPEI dan Kemenkeu dalam Pemberdayaan UMKM
Keberhasilan program Desa Devisa ini sangat bergantung pada sinergi antar lembaga. LPEI, sebagai lembaga pemerintah yang memiliki mandat khusus dalam pembiayaan ekspor, berperan dalam menyediakan akses modal yang terjangkau serta memberikan pelatihan teknis ekspor. Sementara itu, Kementerian Keuangan berperan dalam penyediaan kebijakan fiskal yang mendukung, serta memastikan adanya dukungan infrastruktur dan regulasi yang memudahkan arus perdagangan.
Berikut adalah beberapa bentuk dukungan yang akan diberikan kepada para pelaku usaha di Desa Devisa:
Akses Pembiayaan: Penyediaan skema kredit ekspor yang disesuaikan dengan kebutuhan skala usaha mikro dan kecil.