DWJ Manajement - PORTAL

DPR Ngotot Nilai Tukar Rupiah Harus Menguat, Gubernur BI Jawab Begini

Oleh: DWJ-Manajement • 28 Sep 2026
DPR Ngotot Nilai Tukar Rupiah Harus Menguat, Gubernur BI Jawab Begini

Destry juga menambahkan bahwa Bank Indonesia akan terus memantau perkembangan ekonomi global secara real-time. Ia menegaskan bahwa BI akan tetap pragmatis dan tidak akan mengambil langkah yang dapat mengganggu stabilitas sistem keuangan nasional secara keseluruhan.

Tantangan Berat di Depan Mata

Meski BI telah menyiapkan berbagai strategi, tantangan yang dihadapi ke depan diprediksi akan semakin kompleks. Ketidakpastian arah kebijakan moneter global masih menjadi ancaman utama bagi negara-negara berkembang (emerging markets), termasuk Indonesia. Jika negara-negara maju mempertahankan suku bunga tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama, maka tekanan terhadap rupiah akan terus membayangi.

Selain faktor eksternal, faktor internal seperti konsumsi rumah tangga dan kinerja ekspor juga menjadi variabel penting. Jika permintaan global terhadap komoditas andalan Indonesia menurun, maka aliran devisa ke dalam negeri akan berkurang, yang pada akhirnya dapat melemahkan posisi rupiah.

Oleh karena itu, sinergi antara kebijakan moneter, fiskal, dan kebijakan sektor riil menjadi kunci utama. Pemerintah diharapkan dapat menjaga disiplin fiskal agar beban utang negara tetap terkendali, sementara BI memastikan likuiditas di pasar tetap stabil.

Implikasi bagi Masyarakat dan Pelaku Usaha

Bagi masyarakat umum, stabilitas rupiah sangat berkaitan erat dengan harga barang di pasar. Ketika rupiah melemah, biaya impor bahan baku industri akan naik, yang kemudian akan dibebankan kepada konsumen dalam bentuk kenaikan harga jual produk. Hal ini dapat memicu inflasi yang menurunkan daya beli masyarakat.

Bagi para pelaku usaha, terutama eksportir dan importir, fluktuasi nilai tukar yang terlalu tajam menciptakan ketidakpastian dalam perencanaan bisnis. Eksportir mungkin diuntungkan saat rupiah melemah, namun importir akan menghadapi tekanan margin keuntungan yang besar. Oleh sebab itu, stabilitas yang ditawarkan BI menjadi sangat krusial bagi kelangsungan iklim usaha di Indonesia.

Kesimpulan

Desakan DPR agar Bank Indonesia memperkuat nilai tukar rupiah merupakan bentuk pengawasan parlemen terhadap stabilitas ekonomi nasional. Di bawah kepemimpinan Destry Damayanti, Bank Indonesia telah memberikan respon yang profesional dengan menekankan pentingnya pendekatan yang terukur dan berbasis data. Meskipun tekanan dari faktor global seperti kebijakan The Fed dan geopolitik sangat besar, BI berkomitmen untuk menggunakan seluruh instrumen moneter yang tersedia guna menjaga stabilitas rupiah. Keberhasilan kebijakan ini pada akhirnya akan sangat bergantung pada sinergi antara kebijakan moneter Bank Indonesia, kebijakan fiskal pemerintah, serta kemampuan dalam beradaptasi terhadap dinamika pasar global yang terus berubah.