DWJ Manajement - PORTAL

Duduk Perkara Investasi Felda Rugi Rp 10,7 T hingga PM Malaysia Surati Prabowo

Oleh: DWJ-Manajement 25 Aug 2026
Duduk Perkara Investasi Felda Rugi Rp 10,7 T hingga PM Malaysia Surati Prabowo

```html

Duduk Perkara Kerugian Rp 10,7 Triliun Investasi Felda di PT Eagle High Plantations: Mengapa PM Anwar Ibrahim Menyurati Presiden Prabowo?

Isu investasi lintas negara kembali memanas setelah terungkapnya angka kerugian yang fantastis yang dialami oleh Federal Land Development Authority (Felda), salah satu lembaga investasi milik pemerintah Malaysia. Kerugian yang diperkirakan mencapai Rp 10,7 triliun tersebut bersumber dari investasi mereka di perusahaan perkebunan sawit Indonesia, PT Eagle High Plantations Tbk (EHP).

Persoalan ini bukan lagi sekadar masalah korporasi biasa. Eskalasi masalah ini telah mencapai level diplomatik tertinggi, ditandai dengan langkah Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Anwar Ibrahim, yang secara resmi menyurati Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Surat tersebut menandakan adanya urgensi bagi kedua negara untuk menyelesaikan masalah ini demi menjaga stabilitas hubungan ekonomi dan kepercayaan investor di kawasan ASEAN.

Akar Permasalahan: Jejak Investasi Felda di Sektor Sawit Indonesia

Untuk memahami mengapa kerugian ini bisa mencapai angka yang sangat mencolok, kita perlu menilik kembali profil Felda dan keterlibatannya dalam industri kelapa sawit di Indonesia. Felda merupakan lembaga yang sangat krusial di Malaysia, bertugas mengelola tanah dan meningkatkan taraf hidup masyarakat luar kota di sana. Karena memiliki kekuatan finansial yang besar, Felda sering kali melakukan ekspansi investasi ke luar negeri, termasuk ke Indonesia yang merupakan raksasa sawit dunia.

Investasi Felda di PT Eagle High Plantations Tbk (EHP) dilakukan dengan harapan mendapatkan imbal hasil (return) yang stabil dari sektor komoditas yang menjadi tulang punggung ekonomi kedua negara. Namun, perjalanan investasi ini mengalami dinamika yang sangat tajam. Beberapa faktor yang diduga menjadi penyebab merosotnya nilai investasi tersebut antara lain:

Fluktuasi Harga Komoditas Global: Ketidakpastian harga Crude Palm Oil (CPO) di pasar internasional yang sangat volatil mempengaruhi kinerja keuangan perusahaan perkebunan secara signifikan.

Manajemen Operasional: Adanya spekulasi mengenai efisiensi manajemen perusahaan dalam menghadapi tantangan biaya produksi yang terus meningkat.

Perubahan Kebijakan Regulasi: Kebijakan pemerintah terkait tata kelola lahan dan standar keberlanjutan (sustainability) yang dinamis di Indonesia sering kali memberikan tekanan pada biaya kepatuhan perusahaan.

Kinerja Keuangan EHP: Penurunan performa laporan keuangan PT Eagle High Plantations Tbk yang berdampak langsung pada nilai aset yang dimiliki oleh Felda.