Namun, angka nominal tersebut tidak serta-merta memperburuk kondisi fiskal Indonesia. Hal ini dikarenakan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) yang jauh lebih progresif.
Mengapa Rasio Utang Justru Menyusut?
Menariknya, meskipun utang secara nominal bertambah, rasio utang pemerintah terhadap PDB justru menyusut ke angka 40,3%. Fenomena ini menunjukkan efektivitas pertumbuhan ekonomi dalam mengimbangi beban pembiayaan.
Berikut adalah beberapa alasan utama mengapa rasio utang dapat ditekan meskipun angka nominalnya meningkat:
Pertumbuhan PDB yang Agresif: Kapasitas ekonomi nasional tumbuh lebih cepat dibandingkan laju pertumbuhan utang.
Efisiensi Pembiayaan: Pengelolaan utang yang dilakukan pemerintah dinilai mampu menjaga keseimbangan fiskal.