```html
Ekonom Ungkap Penyebab Pelemahan Rupiah: 70 Persen Dipicu Faktor Domestik, Bukan Hanya Tekanan Global
Pergeseran sentimen pasar menunjukkan bahwa fundamental ekonomi dalam negeri memegang peranan krusial dalam menentukan stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus menjadi sorotan tajam di tengah fluktuasi pasar keuangan global yang tidak menentu. Selama ini, narasi yang berkembang di masyarakat maupun pelaku pasar sering kali menitikberatkan tekanan terhadap rupiah pada kebijakan moneter Amerika Serikat, terutama langkah The Fed dalam menentukan suku bunga.
Namun, pandangan berbeda disampaikan oleh sejumlah ekonom terkait akar permasalahan pelemahan mata uang Garuda. Hasil analisis menunjukkan bahwa tekanan yang dialami rupiah ternyata tidak sepenuhnya berasal dari faktor eksternal atau global. Sebaliknya, faktor domestik justru memegang peran yang jauh lebih dominan dalam menentukan arah pergerakan nilai tukar tersebut.
Dominasi Faktor Domestik dalam Tekanan Rupiah
Dalam sebuah diskusi mengenai stabilitas moneter, pakar ekonomi mengungkapkan bahwa kontribusi faktor domestik terhadap pelemahan rupiah berada di angka yang cukup signifikan, yakni mencapai 60% hingga 70%. Sementara itu, tekanan yang murni bersumber dari luar negeri atau faktor global hanya menyumbang sekitar 30% dari total tekanan tersebut.
Temuan ini memberikan perspektif baru bahwa meskipun kondisi geopolitik dunia dan kebijakan suku bunga global sangat berpengaruh, kesehatan fundamental ekonomi di dalam negeri tetap menjadi penentu utama apakah rupiah mampu bertahan atau justru terus merosot. Jika faktor domestik tidak segera dibenahi, intervensi kebijakan moneter dari luar negeri hanya akan memberikan dampak sementara.
Pelemahan yang didorong oleh faktor internal ini mencakup berbagai aspek, mulai dari neraca pembayaran, arus modal keluar (capital outflow), hingga dinamika permintaan valuta asing di dalam negeri. Hal ini menandakan bahwa penguatan rupiah tidak bisa hanya mengandalkan kondisi ekonomi global yang membaik, melainkan harus dibarengi dengan perbaikan kinerja ekonomi nasional.
Mengapa Faktor Global Hanya Berkontribusi 30 Persen?
Meski hanya menyumbang 30 persen, faktor eksternal tetap tidak bisa diabaikan. Kondisi ini biasanya dipicu oleh beberapa variabel utama di pasar internasional, antara lain:
Kebijakan Suku Bunga The Fed: Keputusan Federal Reserve untuk mempertahankan atau menaikkan suku bunga tinggi membuat investor cenderung mengalihkan modalnya ke aset-aset berbasis dolar AS yang dianggap lebih aman dan menguntungkan.