DWJ Manajement - PORTAL

Ekonom: 30% Tekanan Rupiah Bersumber dari Luar Negeri

Oleh: DWJ-Manajement 30 Jul 2026
Ekonom: 30% Tekanan Rupiah Bersumber dari Luar Negeri

Melihat besarnya kontribusi faktor domestik, pemerintah dan otoritas moneter tidak bisa hanya duduk diam menunggu kondisi global membaik. Diperlukan langkah-langkah konkret dan terintegrasi untuk memperkuat fundamental ekonomi nasional agar rupiah memiliki daya tahan yang lebih kuat.

Berikut adalah beberapa langkah yang dinilai penting oleh para ahli:

Penguatan Ekspor Non-Komoditas: Mengurangi ketergantungan pada ekspor komoditas mentah dan mulai mendorong hilirisasi industri serta ekspor produk manufaktur untuk memperbaiki neraca perdagangan.

Menjaga Daya Tarik Investasi: Menciptakan iklim investasi yang stabil dan kompetitif agar arus modal asing (inflow) tetap masuk ke pasar keuangan dan sektor riil Indonesia.

Optimalisasi Intervensi Bank Indonesia: Bank Indonesia perlu terus melakukan intervensi yang terukur di pasar valas dan melalui kebijakan suku bunga yang mampu menyeimbangkan antara stabilitas kurs dan pertumbuhan ekonomi.

Efisiensi Impor: Mengendalikan laju impor, terutama untuk barang-barang konsumsi yang dapat digantikan oleh produk dalam negeri, guna menjaga cadangan devisa.

Dengan fokus pada perbaikan faktor-faktor internal ini, diharapkan rupiah tidak lagi terlalu rentan terhadap guncangan dari luar negeri. Stabilitas nilai tukar adalah kunci utama untuk menjaga stabilitas harga barang di dalam negeri dan memastikan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Kesimpulan

Pelemahan rupiah terhadap dolar AS merupakan fenomena kompleks yang dipicu oleh kombinasi faktor global dan domestik. Namun, fakta bahwa 70 persen tekanan berasal dari faktor domestik menunjukkan bahwa tanggung jawab utama dalam menjaga stabilitas mata uang ada di tangan kebijakan dalam negeri. Meskipun dinamika suku bunga The Fed dan geopolitik global memberikan tantangan, penguatan fundamental ekonomi melalui perbaikan neraca perdagangan, pengendalian aliran modal, dan kebijakan moneter yang tepat adalah kunci utama agar rupiah mampu kembali menguat dan stabil di tengah ketidakpastian global.

```