DWJ Manajement - PORTAL

El Nino Berpotensi Picu 451 Ribu Kematian, 19 Ribu di Indonesia

Oleh: DWJ-Manajement 24 Sep 2026
El Nino Berpotensi Picu 451 Ribu Kematian, 19 Ribu di Indonesia

Panas ekstrem yang menyertai El Nino juga berarti kekeringan yang lebih parah. Sektor pertanian, yang merupakan tulang punggung ekonomi banyak wilayah di Indonesia, akan mengalami gagal panen massal. Hal ini akan memicu inflasi harga pangan, yang pada gilirannya akan memperburuk status gizi masyarakat, terutama pada kelompok rentan, yang secara tidak langsung meningkatkan risiko kematian jangka panjang.

Langkah Mitigasi yang Harus Segera Diambil

Menghadapi proyeksi mengerikan ini, pemerintah dan masyarakat tidak boleh tinggal diam. Diperlukan langkah-langkah strategis yang terintegrasi untuk meminimalkan jumlah korban jiwa.

Pemerintah perlu memperkuat sistem peringatan dini (early warning system) yang tidak hanya fokus pada curah hujan, tetapi juga pada indeks panas (heat index). Selain itu, perencanaan tata kota yang lebih hijau dengan memperbanyak ruang terbuka hijau sangat penting untuk mengurangi efek pulau panas di perkotaan.

Di tingkat masyarakat, edukasi mengenai manajemen panas sangatlah krusial. Masyarakat harus diedukasi mengenai:

Pentingnya hidrasi yang konsisten meskipun tidak merasa haus.

Mengenali gejala awal heatstroke seperti pusing, mual, dan kulit yang terasa panas namun kering.

Mengatur jam kerja di luar ruangan agar menghindari puncak panas matahari di siang hari.

Penyediaan akses air minum yang mudah dijangkau di tempat-tempat umum.

Kesimpulan

Prediksi Climate Impact Lab mengenai 451 ribu kematian global dan 19 ribu kematian di Indonesia akibat El Nino adalah sebuah peringatan darurat. Panas ekstrem bukan lagi sekadar masalah kenyamanan, melainkan ancaman eksistensial bagi kesehatan publik.

Perubahan iklim yang memperkuat intensitas El Nino menuntut respons yang cepat dan terukur. Tanpa adanya mitigasi yang serius, baik dari sisi kebijakan infrastruktur, sistem kesehatan, maupun edukasi masyarakat, angka kematian ini bukan hanya sekadar kemungkinan, melainkan sebuah kepastian yang menyedihkan. Indonesia harus segera memperkuat daya tahan (resiliensi) terhadap suhu ekstrem guna melindungi jutaan nyawa yang berada di garis depan ancaman ini.