DWJ Manajement - PORTAL

'Emas di Bawah Bantal' 1.800 Ton Bikin Heboh, Ini Penjelasan Kemenko

Oleh: DWJ-Manajement 23 Aug 2026
'Emas di Bawah Bantal' 1.800 Ton Bikin Heboh, Ini Penjelasan Kemenko

Terhambatnya Pertumbuhan Kredit: Dengan terbatasnya dana di perbankan, penyaluran kredit untuk sektor produktif menjadi terhambat. Hal ini berdampak pada melambatnya ekspansi bisnis dan penciptaan lapangan kerja.

Multiplier Effect yang Rendah: Uang yang berputar di sistem keuangan memiliki efek pengganda (multiplier effect). Uang di bank dipinjamkan, digunakan untuk belanja, menghasilkan pendapatan bagi orang lain, dan seterusnya. Sebaliknya, emas di bawah bantal tidak menciptakan perputaran ekonomi.

Ketidakakuratan Data Ekonomi: Sebagian kekayaan yang tidak tercatat dalam sistem keuangan membuat pemetaan ekonomi nasional menjadi kurang akurat, yang dapat memengaruhi pengambilan kebijakan oleh pemerintah.

Dampak Ekonomi: Dari Aset Mati Menjadi Motor Penggerak

Secara teoritis, jika aset sebesar 1.800 ton emas tersebut dapat dikonversi atau dimasukkan ke dalam sistem keuangan melalui instrumen yang tepat, dampaknya terhadap ekonomi Indonesia akan sangat masif. Pemerintah ingin mengubah status aset tersebut dari sekadar "penyimpan nilai" (store of value) menjadi "penggerak nilai" (value driver).

Salah satu caranya adalah dengan mendorong masyarakat untuk beralih dari penyimpanan emas fisik secara tradisional ke emas digital atau emas yang terdaftar di lembaga keuangan resmi. Dengan cara ini, nilai emas tetap terjaga, namun sertifikat atau kepemilikannya dapat dijadikan agunan atau digunakan dalam transaksi keuangan yang lebih modern.

Mendorong Literasi Keuangan dan Inklusi Keuangan

Menanggapi fenomena ini, pemerintah melalui berbagai kementerian terkait terus berupaya meningkatkan dua aspek krusial: literasi keuangan dan inklusi keuangan. Literasi keuangan bertujuan agar masyarakat paham bagaimana cara mengelola kekayaan mereka agar tidak sekadar disimpan, tetapi juga dikembangkan.

Sementara itu, inklusi keuangan berupaya menyediakan akses yang lebih mudah dan aman bagi seluruh lapisan masyarakat untuk masuk ke dalam sistem keuangan formal. Pemerintah menyadari bahwa alasan utama masyarakat menyimpan emas secara fisik adalah karena rasa aman dan kepercayaan terhadap sistem perbankan yang mungkin belum sepenuhnya merata di seluruh pelosok negeri.

Berikut adalah beberapa langkah strategis yang terus didorong oleh pemerintah: