DWJ Manajement - PORTAL

Erupsi Anak Krakatau Bikin Cemas, Menkomdigi Wanti-wanti Hoaks

Oleh: DWJ-Manajement • 06 Sep 2026
Erupsi Anak Krakatau Bikin Cemas, Menkomdigi Wanti-wanti Hoaks

Menimbulkan Ketidakpercayaan pada Otoritas: Jika masyarakat lebih mempercayai pesan berantai di WhatsApp daripada pernyataan resmi dari BMKG atau PVMBG, maka koordinasi penanganan bencana akan lumpuh.

Gangguan Psikologis: Ketakutan yang tidak berdasar dapat meningkatkan tingkat stres dan kecemasan berlebih pada masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.

Langkah Menkomdigi dalam Memantau Ruang Digital

Kementerian Komunikasi dan Digital saat ini tengah meningkatkan intensitas pemantauan terhadap konten-konten terkait aktivitas Anak Krakatau di berbagai platform media sosial. Tim literasi digital dan tim patroli siber dikerahkan untuk mengidentifikasi akun-akun atau penyebar konten yang secara sengaja memproduksi disinformasi.

Meutya Hafid menambahkan bahwa pihaknya tidak akan ragu untuk mengambil tindakan tegas sesuai dengan regulasi yang berlaku, termasuk Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), bagi pihak-pihak yang terbukti dengan sengaja menyebarkan berita bohong yang menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

"Kami terus berkoordinasi dengan pihak berwenang untuk memastikan bahwa ruang digital tetap kondusif, terutama dalam situasi darurat seperti ini. Prioritas kami adalah memastikan informasi yang sampai ke masyarakat adalah informasi yang akurat, cepat, dan menenangkan, bukan justru yang memicu kekacauan," imbuhnya.

Panduan bagi Masyarakat: Cara Memverifikasi Informasi

Agar tidak menjadi korban atau pelaku penyebaran hoaks, Menkomdigi memberikan panduan sederhana bagi masyarakat dalam menyaring informasi terkait aktivitas vulkanik Anak Krakatau:

Cek Sumber Resmi: Selalu rujuk pada lembaga pemerintah yang memiliki otoritas teknis, seperti Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Waspadai Judul yang Bombastis: Jika sebuah berita menggunakan judul yang sangat provokatif, penuh huruf kapital, atau menggunakan tanda seru yang berlebihan, patut dicurigai sebagai hoaks.