DWJ Manajement - PORTAL

Fenomena Baru: Belanja Sembako Kini Banyak Dibayar Pakai Paylater

Oleh: DWJ-Manajement 27 Jul 2026
Fenomena Baru: Belanja Sembako Kini Banyak Dibayar Pakai Paylater

Fenomena Baru: Dulu untuk Gaya Hidup, Kini Belanja Sembako Pun Pakai Paylater

Pergeseran perilaku konsumsi masyarakat Indonesia kini memasuki babak baru yang cukup mengkhawatirkan. Jika beberapa tahun lalu fitur Buy Now Pay Later (BNPL) atau paylater identik dengan pembelian barang-barang tersier seperti gadget terbaru, sepatu bermerek, atau tiket konser, kini fungsinya telah bergeser secara drastis ke kebutuhan pokok.

Fenomena penggunaan paylater untuk membeli sembako dan kebutuhan dapur harian mulai marak ditemukan di berbagai platform belanja online maupun melalui aplikasi dompet digital. Kemudahan akses pinjaman instan ini, di satu sisi memberikan solusi cepat bagi masyarakat, namun di sisi lain menjadi alarm bahaya bagi kesehatan finansial jangka panjang.

Pergeseran Pola Konsumsi: Dari Barang Mewah ke Kebutuhan Dasar

Dahulu, penggunaan kredit atau cicilan lebih banyak dilakukan untuk barang-barang yang memiliki nilai penyusutan tinggi namun memiliki prestise tertentu. Masyarakat cenderung menggunakan paylater untuk menunjang gaya hidup atau "lifestyle". Namun, data dan realita di lapangan menunjukkan adanya tren penurunan daya beli masyarakat yang nyata, yang kemudian dikompensasi dengan penggunaan utang jangka pendek.

Fenomena ini menandakan bahwa sebagian lapisan masyarakat kini mulai menggunakan instrumen utang untuk menutupi kesenjangan antara pendapatan bulanan dengan biaya hidup yang terus merangkak naik. Sembako, yang seharusnya dibayar secara tunai (cash), kini mulai masuk ke dalam skema cicilan. Hal ini menjadi indikator bahwa arus kas (cash flow) rumah tangga sedang mengalami tekanan yang cukup signifikan.

Mengapa hal ini bisa terjadi? Ada beberapa faktor fundamental yang mendorong terjadinya pergeseran ini:

Kemudahan Aksesibilitas: Proses pengajuan paylater yang hanya membutuhkan waktu hitungan menit melalui smartphone tanpa agunan fisik.

Digitalisasi Pembayaran: Integrasi fitur paylater di hampir seluruh aplikasi e-commerce dan supermarket online memudahkan transaksi impulsif.

Inflasi Harga Pangan: Kenaikan harga kebutuhan pokok yang tidak sebanding dengan kenaikan upah minimum membuat masyarakat mencari cara untuk "menunda" pembayaran.

Literasi Keuangan yang Rendah: Banyak pengguna yang belum sepenuhnya memahami beban bunga dan denda keterlambatan yang melekat pada layanan BNPL.