Medan Diguncang Fenomena Hujan Es, Simak Penjelasan Lengkap BMKG Terkait Anomali Cuaca Ekstrem
Warga dihebohkan dengan jatuhnya butiran es dari langit, BMKG ingatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca mendadak.
Warga Kota Medan, Sumatera Utara, baru-baru ini dikejutkan oleh fenomena alam yang tidak biasa. Di tengah aktivitas rutin masyarakat, langit tiba-tiba gelap dan disusul dengan turunnya butiran-butiran es dari langit yang menyerupai hujan pada umumnya, namun dengan tekstur padat dan dingin. Fenomena hujan es ini dengan cepat menjadi perbincangan hangat dan viral di berbagai platform media sosial.
Video-video yang menunjukkan butiran es yang memantul di atas atap rumah, jalan raya, hingga kendaraan bermotor beredar luas di platform seperti X (dahulu Twitter), Instagram, dan TikTok. Banyak warga yang merekam momen tersebut dengan perasaan campur aduk, antara takjub melihat keunikan alam dan khawatir akan potensi kerusakan materiil yang ditimbulkan oleh hantaman butiran es tersebut.
Menanggapi fenomena yang tengah menjadi sorotan publik ini, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) segera memberikan penjelasan ilmiah. Hal ini dilakukan untuk meredam spekulasi liar di masyarakat serta memberikan edukasi mengenai penyebab terjadinya anomali cuaca tersebut.
Penyebab Ilmiah Hujan Es Menurut BMKG
Berdasarkan keterangan resmi dari pihak BMKG, fenomena hujan es yang terjadi di wilayah Medan dan sekitarnya bukanlah hal yang mustahil, namun memang termasuk dalam kategori cuaca ekstrem yang dipicu oleh kondisi atmosfer yang tidak stabil. Menurut pakar meteorologi, hujan es terjadi karena adanya proses konveksi yang sangat kuat di dalam awan.
Hujan es biasanya terbentuk di dalam awan Cumulonimbus (Cb), yaitu jenis awan yang memiliki pertumbuhan vertikal sangat tinggi. Dalam awan ini, terjadi arus udara naik yang sangat kuat atau yang dikenal dengan istilah updraft. Arus udara ini mampu membawa tetesan air hujan naik ke lapisan atmosfer yang sangat tinggi, di mana suhu udara berada jauh di bawah titik beku.
Berikut adalah tahapan bagaimana hujan es terbentuk secara ilmiah:
Proses Pengangkatan: Arus udara naik (updraft) yang kuat membawa tetesan air ke ketinggian yang sangat tinggi di dalam awan.
Pembekuan: Di ketinggian tersebut, suhu udara sangat dingin sehingga tetesan air berubah menjadi butiran es.
Akumulasi Massa: Butiran es tersebut terus bergerak naik-turun di dalam awan, bertabrakan dengan tetesan air lainnya, dan terus bertambah besar karena lapisan es yang membeku di sekelilingnya.
Jatuh ke Bumi: Ketika massa butiran es tersebut sudah terlalu berat dan tidak lagi mampu ditopang oleh arus udara naik (updraft), maka butiran es tersebut akan jatuh ke permukaan bumi dalam bentuk hujan es.