DWJ Manajement - PORTAL

Fenomena Matahari Merah Muncul di Medan, Ini Kata BMKG

Oleh: DWJ-Manajement • 08 Sep 2026
Fenomena Matahari Merah Muncul di Medan, Ini Kata BMKG

Interaksi dengan Molekul Udara: Saat cahaya memasuki atmosfer, molekul gas dan partikel kecil akan menghamburkan cahaya.

Dominasi Warna Biru: Warna dengan panjang gelombang pendek, seperti biru dan ungu, lebih mudah dihamburkan ke segala arah oleh molekul di atmosfer. Inilah alasan mengapa langit di siang hari yang cerah tampak berwarna biru.

Penetrasi Warna Merah: Warna dengan panjang gelombang lebih panjang, seperti merah dan jingga, memiliki kemampuan untuk menembus hamburan tersebut dengan lebih efektif. Ketika cahaya harus melewati lapisan atmosfer yang lebih tebal—seperti saat posisi matahari rendah atau saat atmosfer sedang jenuh dengan partikel—warna biru akan habis terhambur, dan yang tersisa untuk mencapai mata kita adalah warna merah.

Faktor Pemicu Meningkatnya Intensitas Warna Merah

Meskipun hamburan Rayleigh terjadi setiap hari, intensitas warna merah bisa menjadi sangat ekstrem dalam kondisi tertentu. BMKG menyebutkan bahwa keberadaan partikel-partikel tertentu di atmosfer memainkan peran kunci dalam memperkuat efek visual ini.

Beberapa faktor yang dapat menyebabkan langit tampak sangat merah di wilayah Medan antara lain:

1. Konsentrasi Aerosol dan Partikel Debu

Kehadiran aerosol, yang mencakup debu, asap, atau partikel halus lainnya, dapat meningkatkan efek hamburan. Jika di udara terdapat banyak partikel padat (misalnya akibat polusi udara, debu jalanan, atau sisa pembakaran), partikel ini akan bertindak sebagai penghalang tambahan yang menyaring warna-warna dingin (biru/hijau) dan membiarkan warna-warna hangat (merah/jingga) melintas.

2. Tingkat Kelembapan dan Uap Air

Kadar uap air yang tinggi di atmosfer juga memengaruhi cara cahaya merambat. Di wilayah tropis seperti Medan, kelembapan sering kali tinggi. Partikel air di udara dapat memperkuat persepsi warna pada cakrawala, terutama pada waktu senja atau fajar.