DWJ Manajement - PORTAL

FOTO: Oase Hijau Jakarta Meranggas, Taman Kota Gersang Akibat El Nino

Oleh: DWJ-Manajement • 01 Oct 2026
FOTO: Oase Hijau Jakarta Meranggas, Taman Kota Gersang Akibat El Nino

Peningkatan Suhu Udara (Urban Heat Island)

Kondisi ini diperparah oleh fenomena Urban Heat Island (UHI) yang dialami Jakarta. Beton, aspal, dan gedung-gedung tinggi menyerap panas matahari di siang hari dan melepaskannya di malam hari. Akibatnya, suhu di area perkotaan tetap tinggi, yang kemudian mempercepat proses transpirasi pada tanaman. Tanaman kehilangan cairan lebih cepat daripada kemampuan mereka untuk menyerapnya, yang pada akhirnya menyebabkan kematian jaringan tanaman atau meranggas.

Dampak Berantai Terhadap Ekosistem dan Warga Jakarta

Kondisi taman kota yang gersang tidak hanya berdampak pada estetika kota, tetapi juga memicu efek domino yang merugikan berbagai sektor kehidupan masyarakat Jakarta. Berikut adalah beberapa dampak utama yang mulai dirasakan:

Penurunan Kualitas Udara: Tanaman berfungsi sebagai penyaring debu dan polutan. Ketika tanaman meranggas dan jumlah daun berkurang, kemampuan alami kota untuk menyerap karbon dioksida (CO2) dan menyaring partikel berbahaya (PM2.5) menurun drastis.

Kenaikan Suhu Mikro: Hilangnya keteduhan dari pepohonan membuat suhu di sekitar taman dan jalan raya terasa jauh lebih menyengat, meningkatkan ketidaknyamanan bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan.

Gangguan Psikologis: Ruang terbuka hijau yang gersang dan mati kehilangan fungsi rekreasionalnya. Taman yang seharusnya menjadi tempat melepas penat kini tampak suram, yang dapat berdampak pada tingkat stres warga kota.

Kehilangan Biodiversitas Perkotaan: Burung-burung dan serangga yang biasanya menjadikan taman kota sebagai habitat dan sumber makanan terpaksa bermigrasi atau mati karena hilangnya sumber vegetasi.