Namun, surutnya permukaan air membawa dampak domino yang merugikan bagi para pelaku usaha di kawasan tersebut. Beberapa dampak ekonomi yang mulai dirasakan antara lain:
Penurunan Aktivitas Wisata Air: Area yang dangkal membuat aktivitas seperti kapal cepat, jet ski, dan perahu wisata tidak dapat beroperasi di banyak titik karena risiko kandas yang tinggi.
Kerugian Sektor Perhotelan: Berkurangnya daya tarik estetika dan fasilitas pantai yang menyusut membuat minat wisatawan untuk menginap di kawasan pesisir menurun.
Gangguan Sektor Perikanan: Penurunan debit air mengganggu habitat ikan dan siklus reproduksi mereka, yang secara langsung berdampak pada hasil tangkapan nelayan lokal.
Biaya Pemeliharaan Infrastruktur: Penurunan permukaan air dapat menyebabkan masalah pada struktur dermaga, saluran air, dan fasilitas wisata lainnya yang kini berada terlalu jauh dari garis air.
Para pengusaha lokal menyatakan kekhawatiran mendalam bahwa jika tren ini terus berlanjut, citra Danau Balaton sebagai destinasi wisata kelas dunia dapat terancam, yang pada akhirnya akan mengguncang stabilitas ekonomi regional secara permanen.
Ancaman Terhadap Biodiversitas dan Ekosistem Air Tawar
Selain aspek ekonomi, para aktivis lingkungan memperingatkan bahwa dampak paling fatal dari surutnya Danau Balaton adalah kerusakan ekosistem. Danau ini bukan sekadar kumpulan air, melainkan rumah bagi ribuan spesies flora dan fauna yang bergantung pada stabilitas kualitas dan kuantitas air.