DWJ Manajement - PORTAL

FOTO: Potret Kemarau Panjang Buat Debit Sungai di Jambi Menyusut

Oleh: DWJ-Manajement 04 Aug 2026
FOTO: Potret Kemarau Panjang Buat Debit Sungai di Jambi Menyusut

Di sisi lain, para petani yang menggunakan sistem irigasi yang bersumber dari aliran sungai juga mulai merasakan dampak kekeringan. Lahan-lahan pertanian di sekitar aliran sungai yang biasanya subur karena mendapat suplai air yang cukup, kini mulai mengalami keretakan tanah. Jika kemarau terus berlanjut tanpa adanya intervensi, risiko gagal panen (puso) menjadi ancaman nyata bagi ketahanan pangan lokal.

Risiko Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla)

Kondisi Sungai Batanghari yang menyusut dan tanah yang mengering menjadi indikator kuat meningkatnya risiko Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Provinsi Jambi. Lahan gambut yang berada di sekitar daerah aliran sungai menjadi sangat rentan terbakar ketika kondisi menjadi sangat kering.

Vegetasi yang kering dan akumulasi material organik yang mudah terbakar di pinggiran sungai menciptakan kondisi ideal bagi munculnya titik api (hotspot). Kebakaran lahan ini tidak hanya merusak ekosistem, tetapi juga berpotensi menciptakan kabut asap yang dapat mengganggu kesehatan pernapasan masyarakat secara luas serta mengganggu aktivitas penerbangan di wilayah Jambi.

Langkah Mitigasi dan Harapan ke Depan

Menghadapi situasi krisis ini, diperlukan sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan masyarakat. Langkah-langkah mitigasi yang cepat dan tepat sangat diperlukan untuk meminimalisir dampak kerugian yang lebih besar.

Beberapa langkah yang perlu diambil antara lain:

Pemerintah perlu memastikan ketersediaan bantuan air bersih bagi wilayah-wilayah terdampak paling parah. Selain itu, pemantauan terhadap titik-titik rawan kebakaran hutan harus ditingkatkan dengan melibatkan personel TNI, Polri, dan BPBD secara intensif. Dari sisi pengelolaan sumber daya air, penguatan infrastruktur waduk atau embung serta pengaturan distribusi air irigasi menjadi kunci untuk menyelamatkan sektor pertanian.

Masyarakat juga diharapkan untuk lebih bijak dalam menggunakan air dan tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan yang dapat memperburuk keadaan. Kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan pengelolaan air yang berkelanjutan menjadi harga mati dalam menghadapi perubahan iklim yang semakin tidak menentu.

Kesimpulan

Menyusutnya debit air Sungai Batanghari akibat kemarau panjang di Provinsi Jambi merupakan peringatan serius mengenai kerentanan terhadap krisis air, gangguan ekonomi, dan ancaman lingkungan. Dampaknya merambah dari kebutuhan domestik harian, kelancaran logistik sungai, hingga keberlangsungan sektor perikanan dan pertanian. Diperlukan tindakan preventif yang komprehensif dan koordinasi lintas sektoral untuk melindungi masyarakat serta menjaga stabilitas ekonomi daerah dari dampak buruk fenomena alam ini.