Sinergi antara Danantara, Baznas, dan Kemenkop menciptakan sebuah model ekonomi yang komprehensif. Ketiga lembaga ini mewakili tiga pilar penting yang jika disatukan akan membentuk kekuatan ekonomi yang tangguh terhadap guncangan global.
Danantara sebagai Penggerak Investasi: Sebagai lembaga yang memiliki mandat besar dalam pengelolaan investasi, Danantara berperan sebagai motor penggerak modal. Fokusnya adalah mengarahkan investasi ke sektor-sektor produktif yang sesuai dengan prinsip syariah, sehingga pertumbuhan ekonomi dapat berjalan beriringan dengan etika keuangan Islam.
Baznas sebagai Katalis Filantropi Islam: Baznas memainkan peran penting dalam pengelolaan Zakat, Infaq, Sedekah, dan Wakaf (ZISWAF). Melalui kolaborasi ini, dana sosial keagamaan tidak hanya digunakan untuk bantuan konsumtif, tetapi didorong untuk menjadi modal produktif yang mampu mengangkat derajat ekonomi umat melalui pemberdayaan ekonomi mikro.
Kemenkop sebagai Penggerak Ekonomi Rakyat: Kementerian Koperasi dan UKM menjadi ujung tombak dalam menyentuh lapisan akar rumput. Dengan memperkuat koperasi dan UMKM berbasis syariah, pemerintah memastikan bahwa manfaat dari ekonomi syariah dapat dirasakan langsung oleh pelaku usaha kecil di seluruh pelosok negeri.
Integrasi ini memungkinkan adanya siklus ekonomi yang sehat. Dana dari Danantara dapat masuk ke proyek-proyek strategis, sementara dana dari Baznas dapat memperkuat daya beli dan modal usaha rakyat melalui Kemenkop, yang pada akhirnya akan memperkuat kembali basis ekonomi nasional secara keseluruhan.
Membangun Ekosistem Ekonomi Syariah yang Inklusif
Salah satu fokus utama dari kerja sama ini adalah menciptakan inklusivitas. Selama ini, ekonomi syariah seringkali dianggap sebagai sektor yang eksklusif atau hanya terbatas pada lembaga keuangan tertentu. Dengan keterlibatan Kemenkop, paradigma tersebut akan bergeser. Ekonomi syariah akan menjadi bagian integral dari aktivitas ekonomi sehari-hari masyarakat, mulai dari pasar tradisional hingga pelaku usaha digital.