DWJ Manajement - PORTAL

Geger Langit Berubah Merah Imbas Karhutla di Kalimantan

Oleh: DWJ-Manajement 21 Sep 2026
Geger Langit Berubah Merah Imbas Karhutla di Kalimantan

Dampak Partikel Asap terhadap Atmosfer

Kehadiran partikel asap dalam jumlah masif tidak hanya mengubah estetika langit, tetapi juga mengubah komposisi kimiawi atmosfer lokal. Partikel halus atau PM2.5 yang dihasilkan dari pembakaran lahan gambut sangat berbahaya karena dapat melayang di udara dalam waktu lama dan menyebar hingga ke wilayah yang jauh dari titik api.

Karhutla di Kalimantan: Krisis Berulang yang Mengancam

Fenomena langit merah ini merupakan alarm keras bagi pemerintah dan masyarakat. Kalimantan, sebagai salah satu paru-paru dunia, kembali menghadapi ancaman serius dari kebakaran hutan dan lahan. Karhutla di wilayah ini seringkali diperparah oleh kondisi lahan gambut yang mudah terbakar dan sulit dipadamkan jika api sudah masuk ke dalam lapisan bawah tanah.

Beberapa faktor yang diduga menjadi pemicu meningkatnya intensitas karhutla kali ini antara lain:

Musim Kemarau yang Ekstrem: Curah hujan yang rendah menyebabkan tingkat kelembapan tanah menurun drastis, membuat vegetasi menjadi sangat kering dan mudah terbakar.

Fenomena El Nino: Perubahan pola iklim global yang membawa kondisi kering berkepanjangan di wilayah Indonesia, khususnya Kalimantan dan Sumatera.

Aktivitas Manusia: Praktik pembukaan lahan dengan cara membakar (slash and burn) yang masih sering ditemukan di beberapa area konsesi maupun lahan masyarakat.

Kondisi Lahan Gambut: Karakteristik lahan gambut yang menyimpan karbon tinggi membuat api di bawah permukaan sulit dideteksi dan membutuhkan waktu lama untuk dipadamkan.

Ancaman Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan

Dampak dari langit merah ini bukan sekadar masalah pemandangan. Secara medis, paparan asap dari karhutla memiliki risiko kesehatan yang sangat serius. Partikel PM2.5 yang sangat kecil dapat masuk ke dalam sistem pernapasan, bahkan menembus aliran darah.

Beberapa penyakit yang kerap muncul saat musim karhutla meliputi: