Interaksi antar lempeng ini menciptakan tekanan yang sangat besar di bawah permukaan bumi. Ketika tekanan tersebut sudah mencapai titik jenuh, maka akan terjadi pelepasan energi secara tiba-tiba yang kita kenal sebagai gempa bumi. Di wilayah Flores, aktivitas subduksi atau penunjaman lempeng di zona dekat pantai seringkali menjadi pemicu utama gempa-gempa tektonik, baik yang dangkal maupun yang dalam.
Para ahli geologi menjelaskan bahwa gempa-gempa kecil hingga menengah yang sering terjadi di wilayah ini sebenarnya adalah bagian dari proses alami bumi dalam melepaskan energi tektonik. Meskipun demikian, masyarakat tetap harus waspada karena intensitas gempa di masa depan tidak dapat diprediksi secara pasti.
Langkah Mitigasi: Apa yang Harus Dilakukan Saat Terjadi Gempa?
Menyadari bahwa gempa bumi adalah bencana alam yang tidak dapat dihindari, edukasi mengenai mitigasi bencana menjadi sangat krusial. Keselamatan diri sangat bergantung pada seberapa cepat dan tepat reaksi seseorang saat getaran pertama kali dirasakan.
Prosedur Keselamatan Saat Terjadi Guncangan
Berikut adalah beberapa langkah penting yang harus dilakukan untuk meminimalisir risiko cedera saat gempa bumi terjadi:
Drop, Cover, and Hold On: Segera berlutut, lindungi kepala dengan tangan, dan berlindung di bawah meja yang kokoh hingga guncangan berhenti.
Jauhi Kaca dan Benda Gantung: Hindari berdiri di dekat jendela kaca, lemari besar, atau lampu gantung yang berisiko jatuh dan menimpa Anda.
Jangan Gunakan Lift: Jika Anda berada di dalam gedung bertingkat, hindari penggunaan lift. Gunakan tangga darurat untuk keluar dari bangunan.
Cari Ruang Terbuka: Jika Anda berada di luar ruangan, segera menjauh dari bangunan, tiang listrik, pohon, atau papan reklame yang berpotensi roboh.
Tetap Tenang: Kepanikan seringkali menjadi penyebab utama kecelakaan saat evakuasi. Cobalah untuk tetap tenang agar dapat berpikir jernih.