DWJ Manajement - PORTAL

Gen Z Tak Lagi Ucap 'Halo' saat Angkat Telepon, Ini Alasannya

Oleh: DWJ-Manajement 16 Sep 2026
Gen Z Tak Lagi Ucap 'Halo' saat Angkat Telepon, Ini Alasannya

Perubahan Norma Sosial: Norma kesopanan bersifat dinamis. Apa yang dianggap sopan 30 tahun lalu belum tentu dianggap sama hari ini. Bagi Gen Z, langsung masuk ke poin pembicaraan dianggap sebagai bentuk efisiensi waktu, bukan bentuk ketidaksopanan.

Perbedaan Etika Komunikasi Antar-Generasi

Ketidaknyamanan yang dirasakan oleh generasi yang lebih tua saat berinteraksi dengan Gen Z melalui telepon sering kali berakar pada perbedaan ekspektasi. Perbedaan ini dapat dipetakan sebagai berikut:

Generasi Pendahulu (Baby Boomers & Gen X)

Bagi generasi ini, telepon adalah alat komunikasi sosial yang utama. Mengucapkan "Halo" adalah tanda pengakuan terhadap kehadiran lawan bicara dan bentuk penghormatan dasar. Tanpa sapaan tersebut, percakapan terasa kasar, dingin, atau bahkan tidak sopan. Mereka mengandalkan intonasi dan sapaan untuk membangun ritme percakapan.

Generasi Milenial (Gen Y)

Milenial berada di tengah-tengah. Mereka tumbuh di masa transisi dari analog ke digital. Mereka masih menghargai etika telepon tradisional, namun mulai merasakan tekanan dari budaya pesan singkat. Milenial biasanya masih akan mengucapkan "Halo", namun mungkin dengan durasi basa-basi yang lebih singkat dibanding generasi sebelumnya.

Generasi Z (Gen Z)

Bagi Gen Z, fungsi telepon telah bergeser. Telepon sering kali dipandang sebagai "tugas" atau hal yang harus diselesaikan segera. Mereka lebih memilih mengirim pesan teks untuk menanyakan sesuatu daripada menelepon. Saat telepon harus diangkat, fokus mereka adalah pada konten pembicaraan, bukan pada protokol pembukaannya.

Dampak terhadap Dunia Profesional

Pergeseran cara berkomunikasi ini tidak hanya berdampak pada hubungan personal, tetapi juga mulai merambah ke dunia kerja. Di lingkungan korporat yang masih kental dengan budaya formal, perilaku Gen Z ini bisa menjadi tantangan tersendiri. Seorang manajer senior mungkin merasa bahwa bawahan mereka yang tidak mengucapkan "Halo" menunjukkan sikap tidak profesional atau kurang menghargai hierarki.

Namun, di sisi lain, banyak perusahaan rintisan (startup) dan industri kreatif yang justru merangkul gaya komunikasi yang lebih langsung dan efisien ini. Mereka menyadari bahwa dalam dunia yang bergerak sangat cepat, kemampuan untuk langsung menyampaikan maksud tanpa banyak basa-basi justru merupakan aset produktivitas.