DWJ Manajement - PORTAL

Geothermal RI Terbesar di Dunia, tapi Implementasi di Bawah AS

Oleh: DWJ-Manajement 19 Aug 2026
Geothermal RI Terbesar di Dunia, tapi Implementasi di Bawah AS

Beberapa faktor utama yang membedakan kemampuan implementasi antara Indonesia dan Amerika Serikat meliputi:

Kematangan Teknologi: Amerika Serikat memiliki keunggulan dalam teknologi Enhanced Geothermal Systems (EGS) yang memungkinkan pengambilan panas dari batuan kering, bukan hanya dari reservoir air panas.

Mitigasi Risiko Eksplorasi: Risiko kegagalan dalam pengeboran awal di Indonesia masih sangat tinggi, yang seringkali membuat investor ragu untuk menanamkan modal besar di tahap awal.

Kepastian Regulasi: Proses perizinan yang melibatkan banyak kementerian dan lintas sektoral di Indonesia seringkali dianggap memperlambat laju proyek dibandingkan dengan sistem yang lebih terintegrasi di negara maju.

Skala Ekonomi: Industri di Amerika telah mencapai titik di mana biaya produksi per kilowatt-jam (kWh) menjadi sangat kompetitif karena efisiensi operasional yang tinggi.

Tantangan Krusial Pengembangan Geothermal di Tanah Air

Menteri Bahlil menekankan bahwa untuk mengubah status "potensi" menjadi "realisasi", pemerintah harus berani melakukan terobosan besar. Ada sejumlah hambatan struktural dan teknis yang selama ini menjadi tembok penghalang bagi percepatan sektor geothermal di Indonesia.

Pertama adalah masalah biaya investasi awal (upfront cost) yang sangat besar. Pengembangan sebuah lapangan panas bumi membutuhkan biaya eksplorasi yang sangat tinggi sebelum satu watt listrik pun dapat dihasilkan. Jika hasil pengeboran tidak sesuai ekspektasi, kerugian finansial yang dialami pengembang sangatlah masif.