DWJ Manajement - PORTAL

Gibran soal Oknum SPPG Ejek Korban Keracunan MBG: Sangat Disayangkan

Oleh: DWJ-Manajement 20 Sep 2026
Gibran soal Oknum SPPG Ejek Korban Keracunan MBG: Sangat Disayangkan

```html

Gibran Kecam Oknum SPPG yang Ejek Korban Keracunan Makan Bergizi Gratis: Sangat Disayangkan

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memberikan tanggapan tegas terkait insiden viral yang melibatkan oknum Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG). Oknum tersebut dilaporkan melakukan tindakan tidak terpuji dengan mengejek para korban yang mengalami keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sikap Empati yang Hilang di Tengah Program Nasional

Menanggapi kabar yang beredar luas di media sosial tersebut, Gibran menyatakan rasa kecewa dan penyesalan yang mendalam. Menurutnya, tindakan mengejek korban yang sedang mengalami kesulitan kesehatan adalah hal yang tidak bisa ditoleransi, terutama dalam program yang bertujuan mulia untuk meningkatkan gizi anak-anak Indonesia.

"Sangat disayangkan. Ini bukan hanya soal teknis pelaksanaan di lapangan, tapi juga soal empati dan etika kerja. Bagaimana mungkin ada oknum yang justru merespons kejadian musibah seperti ini dengan ejekan?" ujar Gibran saat memberikan keterangan kepada awak media.

Gibran menekankan bahwa setiap personil yang terlibat dalam Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) seharusnya memiliki tanggung jawab moral yang tinggi. Program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar proyek distribusi makanan, melainkan sebuah misi kemanusiaan untuk memastikan generasi masa depan tumbuh dengan sehat dan berkualitas.

Dampak Psikologis dan Hilangnya Kepercayaan Publik

Insiden ejekan ini tidak hanya mencederai perasaan para korban dan keluarga mereka, tetapi juga berpotensi merusak citra program MBG yang sedang digencarkan oleh pemerintah. Kepercayaan masyarakat adalah fondasi utama keberhasilan program berskala nasional seperti ini.

Beberapa poin penting yang menjadi sorotan terkait dampak dari perilaku oknum tersebut antara lain:

Erosi Kepercayaan: Masyarakat mungkin akan merasa ragu terhadap keamanan makanan yang disediakan oleh program pemerintah.